Foto: Istimewa.
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara Ahmad Gunawan. Tim masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan pelaku. Identitas sudah kami kantongi, namun belum dapat kami sampaikan demi kepentingan penyidikan,” jelas Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (13/2/2026).
PUNCAK JAYA, HARIAN POSMETRO.com || Aksi kekerasan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan Gunawan Samad (45), seorang pengusaha asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini Jenazahnya telah diberangkatkan ke kampung halaman alias “dipulkamkan” (di pulang kampung-kan) melalui Makassar, Jum’at (13/2/2026).
Peristiwa tragis yang menimpa korban, warga Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 13.00 WIT, di Distrik Ilu. Saat itu, korban yang berprofesi sebagai pengusaha/retailer tengah membersihkan bagian depan rumah tokonya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiba-tiba sekelompok orang yang diduga merupakan KKB datang dengan mengendarai sepeda motor. Tanpa peringatan, pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah korban. Tembakan dilaporkan mengenai bagian kepala korban.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Puncak Jaya di Kota Mulia untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, akibat luka tembak yang cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis.
Setelah mengalami luka tembak di bagian leher kiri yang tembus ke rahang kanan. Korban sempat dirawat di RS Mulia, namun belum dapat menjalani operasi karena kondisi medis belum stabil akibat pendarahan dan pembengkakan.
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara Ahmad Gunawan. Tim masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan pelaku. Identitas sudah kami kantongi, namun belum dapat kami sampaikan demi kepentingan penyidikan,” jelas Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (13/2/2026).
Ia memastikan kelompok pelaku di Puncak Jaya berbeda dengan yang beroperasi di Korowai maupun Yahukimo.
“Kami tegaskan, ini kelompok yang berbeda dan penanganannya dilakukan secara terpisah sesuai karakteristik wilayah operasinya,” pungkasnya.
®hpm/01•
