Dengan jarak tempuh sejauh 500 kilometer, diselimuti medan yang sulit, bukanlah hambatan bagi tim. Waktu perjalanan menuju Kota Sibolga memerlukan waktu satu hari penuh. Hal itu dikarenakan kondisi jalan lintas Sumatera yang cukup banyak tanjakan turun-naik, berliku-liku dan adanya bencana longsor di sepanjang ruas jalan utama, antara perbatasan Kota Tarutung – Pasar Onan Rampah – Sitahuis – Sibolga.
|| SETELAH menyelesaikan rangkaian kegiatan psychosocial support service (PSS) dan distribusi bantuan di Desa Sekerak Kiri, Kabupaten Aceh Tamiang, pada
Rabu sore, 31 Desember 2025, truk distribusi beserta Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Kota Jakarta Selatan melanjutkan perjalanan menuju Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara.
Dengan jarak tempuh sejauh 500 kilometer, diselimuti medan yang sulit, bukanlah hambatan bagi tim. Waktu perjalanan menuju Kota Sibolga memerlukan waktu satu hari penuh. Hal itu dikarenakan kondisi jalan lintas Sumatera yang cukup banyak turun-naik, berliku-liku dan adanya bencana longsor di sepanjang ruas jalan utama antara perbatasan Kota Tarutung – Pasar Onan Rampah – Sitahuis – Sibolga.
Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa titik jalan tertutup material longsoran, sehingga truk dan tim harus mencari serta melewati jalur alternatif demi menghindari akses jalan yang tidak dapat dilalui.
Tim TDB PMI Kota Jakarta Selatan beserta armada distribusi tiba di Posko TDB PMI Provinsi Sumatera Utara yang beroperasi di Kota Sibolga (sementara menggunakan Gedung STIKES Nauli Husada) pada Kamis, 1 Januari 2025, sekitar pukul 18.00 WIB.
“Setibanya di lokasi, truk distribusi segera melakukan proses pembongkaran bantuan sebanyak 500 paket, yang dilaksanakan dengan dukungan staf dan relawan PMI setempat,” ujar Mundari, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan.
Bantuan kemanusiaan yang dibawa oleh PMI Kota Jakarta Selatan diserahterimakan kepada Koordinator Posko TDB PMI Sumatera Utara, dengan pertimbangan keterbatasan waktu penugasan serta kondisi medan dan jarak tempuh antarwilayah yang cukup jauh.
Sehingga pendistribusian lanjutan dinilai lebih efektif dan tepat sasaran, apabila dilaksanakan oleh Posko TDB setempat yang memiliki jangkauan wilayah, personel, serta pemahaman kondisi lapangan yang lebih optimal, papar Mundari.
Lebih lanjut Mundari, mengungkapkan, bahwa
Pada Jumat, 2 Januari 2025, Tim PMI Kota Jakarta Selatan melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota Medan, setelah seluruh rangkaian serah terima, pembongkaran logistik, dan koordinasi lanjutan di Posko TDB PMI Sumatera Utara selesai dilaksanakan.
Selanjutnya, bantuan kemanusiaan tersebut berhasil disalurkan pada 3 Januari 2025 kepada masyarakat terdampak di Kota Sibolga, serta wilayah dengan dampak terparah di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya Kecamatan Tukka, Kelurahan Sipange. Yakni meliputi Lingkungan 1, 2, dan 3, di bawah koordinasi Posko TDB PMI Sumatera Utara.
Tugas dan misi menyalurkan bantuan oleh Tim TDB PMI Jakarta Selatan di daerah terdampak bencana di Tapanuli Tengah, disambut hangat masyarakat.
“Terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh bapak-bapak dari Jakarta kepada kami, warga yang masih dalam kesusahan dan kesulitan, karena bencana alam yang menimpa tempat tinggal dan keluarga kami. Semoga semua ini diberi keberkahan dan secepatnya dapat pulih kembali,” ujar seorang warga Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.
[Laporan Tim Tanggap Darurat Bencana Palang Merah (TDB – PMI) Kota Jakarta Selatan ||
Jakarta, Januari 2026 ®harianposmetro.com]
