Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, bagi Jakarta Selatan, “Jaga Jakarta” bukan hanya menjaga kota, ketertiban, kebersihan dan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan setiap perempuan merasa aman, setiap anak terlindungi, serta setiap warga memperoleh pelayanan publik yang adil, setara, ramah dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot ) Administrasi Jakarta Selatan berkomitmen menjaga Jakarta Selatan, agar aman dan inklusif bagi perempuan dan anak. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama jaga Jakarta Selatan Aman dan Inklusif bagi Perempuan dan Anak oleh seluruh pimpinan di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan yang berlangsung di Ruang Dirgantara, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026 ).
Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, bagi Jakarta Selatan, “Jaga Jakarta” bukan hanya menjaga kota, ketertiban, kebersihan dan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan setiap perempuan merasa aman, setiap anak terlindungi, serta setiap warga memperoleh pelayanan publik yang adil, setara, ramah dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
“Kita tentu prihatin karena kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Di balik setiap kejadian, terdapat perempuan, anak dan keluarga yang membutuhkan kehadiran pemerintah untuk memberikan perlindungan, kepastian, dan harapan,” ujarnya.
Ali berharap, komitmen ini menjadi langkah awal yang diwujudkan melalui aksi nyata, kolaborasi lintas sektor, dan pelayanan publik yang semakin berkualitas dalam mewujudkan kota yang responsif gender, ramah dan layak bagi anak, serta mampu memberikan rasa aman, perlindungan dan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya.
“Keberhasilan kita bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari semakin berkurangnya kasus kekerasan, meningkatnya rasa aman masyarakat, serta semakin kuatnya kepercayaan warga kepada pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, Kasudin PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memperkuat pemahaman, bahwa setiap kebijakan dan pelayanan publik harus memperhatikan perspektif gender serta kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.
Rizky menyebut, melalui penandatanganan komitmen, menandakan pernyataan kesiapan bersama untuk mengintegrasikan perspektif perlindungan perempuan dan anak dalam setiap kebijakan, program, dan pelayanan publik, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendukung terwujudnya Jakarta Selatan sebagai Kota Layak Anak dan Kota yang Responsif Gender.
“Kami juga meminta dukungan dan penguatan dari Komnas Perempuan dan KPAI, serta unsur terkait untuk membantu membangun tata kelola pemerintahan yang semakin responsif dan kuat menghadapi permasalahan kekerasan perempuan dan anak,” tuturnya.
redaksi•01
