JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan sejak pekan lalu, Pemkot Jakarta Selatan telah melakukan Kick-off terkait dengan kerja bakti dan gotong royong, untuk membersihkan sungai dan saluran mikro.
Terkait hal itu, instruksi walikota pun telah disampaikan kepada para camat dan lurah, untuk rutin memantau kondisi wilayah di lapangan.
“Saya menginstruksikan para Camat dan Lurah untuk terus melakukan pemantauan dan pelaksanaan kerja bakti dan bergotong royong di lapangan dalam pembersihan sungai dan saluran mikro. Selain itu, walikota juga akan menggelar Inspeksi mendadak (Sidak) guna memastikan proses pembersihan sungai dan Saluran Mikro berjalan konsisten selama, musim kemarau dan pelaksanaan di lapangan,” ujar Syafrin Liputo, Sabtu (15/8/2026).
Dikatakan, untuk mengatasi banjir di lingkungan, menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, mengintensifkan pengerukan dan normalisasi Kali Pesanggrahan dan Saluran Mikro di sekitarnya, melalui Program Kerja Bakti Massal Bersih-bersih Sungai.
Selain bagian dari pengendalian banjir, kegiatan yang melibatkan sekitar 680 personel gabungan yang terdiri dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, PPSU, TNI, POLRI dan unsur lainnya, juga digagas untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun( HUT) ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, bertajuk, “Merah Putihkan Jakarta, khususnya di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan.”
Kegiatan ini juga disinergikan dengan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan, yang diharapkan juga akan bermanfaat bagi masyarakat, kata Syafrin Liputo.
Sementara itu,
Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta, Sutikno, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kerja bakti ini.
“Ini adalah kerja bakti kolaborasi seluruh stakeholder, termasuk dari Kodim, dari Polres, dari jajaran walikota, kecamatan, dan yang lain, termasuk tokoh masyarakat. Ini yang kami harapkan,” ujar Sutikno.
Senada dengan Sutikno, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Eustacia, menyampaikan dukungannya terhadap jajaran Pemkot Jakarta Selatan atas tindak lanjut dari aspirasi warga.
“Kami mengapresiasi sekali ya, kerja baik dari Pak Walikota Syafrin Liputo, beserta dengan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan,” kata Prancine Eustacia.
Harapannya ke depan tentu kerja bakti ini dilakukan secara rutin, sehingga tidak hanya mencegah banjir, tapi bisa memerdekakan Jaksel dari banjir, kata Francine Eustacia.
Pada kesempatan itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jaksel, Santo, mengatakan, normalisasi terhadap pengerukan Kali, difokuskan pada Kali Pesanggrahan segmen Kompleks IKPN hingga ke arah hilir sepanjang 1,4 kilometer.
Disebutkan, kawasan ini sering mengalami genangan akibat penyempitan aliran dan pendangkalan sedimen lumpur yang parah.
“Pengerukan yang telah berjalan sejak April lalu ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Maret 2027 dengan total target pengerukan mencapai 60.000 meter kubik. Hingga saat ini, progres volume pengerukan telah mencapai 35,7 persen. Pengerukan dilakukan hingga kedalaman enam meter dari permukaan tanah untuk mengeruk sedimen lumpur, serta sampah rumah tangga yang mengendap,” ujar Santo.
Untuk mendukung pengerjaan pengerukan, Santo menambahkan 5 unit alat berat dan 10 unit truk pengangkut dikerahkan. Penanganan teknis di lokasi, diperkuat koordinasi lintas wilayah perbatasan.
Salah satunya kolaborasi bersama Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk penanganan titik rawan, guna memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir tanpa hambatan, tandasnya.**
redaksi•hpm
