Awalnya, Menteri Maruarar menetapkan 500 hunian akan dibedah di Kelurahan Bukti Duri, Namun setelah berbincang dengan Walikota Syafrin, Menteri Maruarar menambahkan jumlah rumah yang akan dibedah menjadi 848 hunian.
Pengerjaan bedah rumah akan dimulai pada 25 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 1 Desember 2026.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meninjau hunian yang akan dibedah, di Gang Damai 5, RT 5 RW 11, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Total hunian yang akan dibedah di Kelurahan Bukit Duri mencapai 848 hunian.
Maruarar Sirait menyampaikan, bedah rumah diprioritaskan di Kelurahan Bukit Duri, karena menjadi kelurahan paling kumuh di Jakarta Selatan.
“Kenapa kita datang ke sini? Saya tanya gubernur (DKI Jakarta, Pramono Anung) daerah yang paling kumuh, jawabannya adalah Bukit Duri,” katanya.
Awalnya, Menteri Maruarar menetapkan 500 hunian akan dibedah di Kelurahan Bukti Duri, Namun setelah berbincang dengan Walikota Syafrin, Menteri Maruarar menambahkan jumlah rumah yang akan dibedah menjadi 848 hunian.
Pengerjaan bedah rumah akan dimulai pada 25 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 1 Desember 2026.
Pada kesempatan itu, Walikota Syafrin membenarkan bahwa pemukiman kumuh memang berada di Kelurahan Bukit Duri.
“Jadi berdasarkan data, untuk rumah yang harus dibedah di sini (Kelurahan Bukit Duri) total 848 rumah,” ucapnya.
Sementara, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, berpesan agar masyarakat mendukung program bedah rumah ini.
“Jangan sampai nanti ada gerobak masuk bawa semen dan pasir kemudian dipersulit,” tambahnya.*
redaksihpm•
