PURWAKARTA, Harian Posmetro – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purwakarta mengintensifkan patroli jam malam bagi pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum, mencegah kenakalan remaja, serta membangun kedisiplinan pelajar melalui pendekatan persuasif dan pembinaan.
Patroli yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut menyasar sejumlah kawasan perkotaan, kafe, dan lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja pada malam hari.
Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Purwakarta, Teguh Juarsa, menegaskan bahwa pelaksanaan patroli tidak semata-mata berorientasi pada penertiban, tetapi lebih mengedepankan edukasi dan pembinaan terhadap pelajar.
Pelajar yang kedapatan masih beraktivitas di luar rumah pada malam hari akan didata dan diinformasikan kepada orang tua. Namun, kebijakan tersebut tetap memperhatikan kondisi dan aktivitas pelajar, termasuk bagi mereka yang didampingi orang tua, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau keagamaan, maupun ketika keesokan harinya merupakan hari libur sekolah.
“Tujuannya menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus membantu anak-anak tetap disiplin dan siap belajar. Jam masuk sekolah di Purwakarta pukul 06.00 WIB, sehingga mereka perlu waktu istirahat yang cukup,” ujar Teguh, Kamis (15/10/2026) malam.
Menurutnya, pembatasan aktivitas malam hari menjadi salah satu upaya untuk membiasakan pelajar menjalani pola hidup yang lebih teratur. Dengan waktu istirahat yang cukup, pelajar diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan kondisi fisik yang lebih baik dan konsentrasi yang optimal.
Untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan tersebut, Satpol PP juga mendorong Dinas Pendidikan dan pihak sekolah agar aktif menyosialisasikan aturan jam malam kepada orang tua melalui grup komunikasi sekolah.
Selain itu, Satpol PP mengagendakan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah sebanyak dua kali dalam sebulan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menjaga ketertiban, menghindari aktivitas yang berisiko pada malam hari, serta menaati aturan yang berlaku.
Teguh berharap, upaya tersebut mendapat dukungan dari orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat. Ia menilai, pengawasan terhadap aktivitas anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi pelajar.
Melalui patroli yang mengedepankan pendekatan humanis, Satpol PP Purwakarta berharap tercipta lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi generasi muda. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan jam malam tidak sekadar menjadi aturan, tetapi juga membentuk kesadaran pelajar untuk lebih disiplin, menjaga kesehatan, dan fokus meraih prestasi.(Red)
