Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, menilai, kesehatan jiwa memiliki dampak langsung terhadap perilaku dan tindakan seseorang. Gangguan pada kesehatan jiwa dapat membuat seseorang berada di bawah ambang sadar, yang kemudian berdampak pada permasalahan sosial di tengah masyarakat.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, menggelar Puncak Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Nasional (HKJN) bertema “Dengarkan Suaranya, Pahami Keunikannya, Hadirkan Perubahan”, di Ruang Antasari, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (27/10).
Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, menilai, kesehatan jiwa memiliki dampak langsung terhadap perilaku dan tindakan seseorang. Gangguan pada kesehatan jiwa dapat membuat seseorang berada di bawah ambang sadar, yang kemudian berdampak pada permasalahan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri, menuturkan, kesehatan jiwa ini perlu diangkat karena seperti yang disampaikan sebelumnya, di dalam raga yang sehat ada jiwa yang sehat.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah rasa takut masyarakat terhadap stigma gangguan jiwa. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk merangkul dan memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik ke depannya.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Kebayoran Baru tersebut diisi dengan edukasi dan sosialisasi kesehatan jiwa dengan melibatkan berbagai elemen lintas sektoral, mulai dari guru, siswa-siswi, kader PKK, hingga unsur lainnya. Pada acara ini juga turut diadakan senam bersama, talkshow, lomba video edukasi dan games interaktif, serta doorprize.*
redaksihpm*
