HARIAN POSMETRO.com | Memasuki Hari Ke-14 Operasi Ketupat 2025 telah menimbulkan noda kelam bagi jurnalis yang meliput arus mudik dan arus balik lebaran. Itu terjadi ketika para jurnalis meliput agenda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus balik di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu (5/4/2025) petang.
Keterangan yang berhasil dihimpun, menyebutkan, kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Kala itu sejumlah jurnalis dan Humas berbagai lembaga mengambil gambar dari jarak yang wajar.
Namun salah satu ajudan tersebut kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar.
Mengetahui itu seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar menyingkir dari lokasi menuju sekitar peron. Sesampainya di situ, ajudan itu menghampiri Makna kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna.
Usai pemukulan itu, ajudan tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, “kalian pers, saya tempeleng satu-satu.”
Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik.
Tindakan itu menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman.
Akibat peristiwa itu,
Pewarta Foto Indonesia Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen Semarang, mengecam kekerasan jurnalis oleh ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.[Redaksi.hpm]
