HARIANPOSMETRO.com, JAKARTA – Suasana malam di Jl. Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, Jumat (25/4/2025), tampak berbeda. Bukan karena keramaian lalu lintas, melainkan hadirnya barisan aparat kepolisian yang bersiap siaga di halaman parkir PFN. Dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, SIK, MH, M.Si., apel kesiapsiagaan digelar sebagai respons cepat atas maraknya video viral tawuran remaja yang meresahkan publik.
Apel ini tak hanya seremonial. Ia menjadi bukti nyata bahwa jajaran kepolisian serius menindaklanjuti potensi gangguan keamanan, terlebih menjelang peringatan Hari Buruh (May Day) yang kerap dijadikan momentum kelompok tertentu untuk berbuat onar. Sejumlah pejabat utama Polres Metro Jakarta Timur turut hadir, mulai dari Kabag Ops, Kasat Reskrim, hingga Kapolsek Jatinegara, memperlihatkan kekuatan penuh dalam menjaga ketertiban.
“Ini bukan sekadar apel rutin. Ini langkah preventif untuk menjawab keresahan masyarakat, terutama terkait ancaman aksi balas dendam yang beredar luas di media sosial,” tegas Kapolres dalam arahannya.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa pelaku tawuran yang terekam dalam video telah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Jatinegara. “Kami sudah bertindak. Para pelaku kini menjalani proses hukum. Ini menjadi peringatan bagi siapa pun yang coba membuat kekacauan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolres menginstruksikan satuan Samapta untuk melakukan tindakan cepat dan tegas terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas, khususnya oleh kelompok remaja yang berkumpul tanpa alasan jelas di jam rawan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyentuh sisi kemanusiaan dan peran keluarga. “Orang tua harus peduli. Jangan biarkan anak-anak terjerumus. Lebih baik mereka tinggal kelas setahun daripada harus masuk rumah sakit—atau lebih buruk lagi, kehilangan nyawa,” ujarnya lantang.
Dengan pendekatan humanis namun tetap tegas, Kapolres berharap kehadiran aparat bisa menjadi tameng sekaligus penyejuk bagi warga sekitar. Patroli akan terus digelar, pengawasan diperketat, dan langkah-langkah pencegahan ditingkatkan demi menciptakan Jakarta Timur yang aman dan damai, terutama di titik rawan seperti Jl. Otista.
