Harianposmetro.com, JAKARTA – Sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Berantas Jaya 2025, jajaran Polres Metro Jakarta Timur bersama Polsek Kramat Jati dan unsur terkait melakukan pengamanan dalam pembongkaran posko organisasi masyarakat (ormas) BPPKB Banten di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Rabu malam (14/5/2025).
Penertiban ini dilakukan menyusul laporan keresahan warga serta viralnya dugaan tindakan pengancaman oleh oknum ormas yang bersangkutan di media sosial. Pembongkaran berlangsung aman dan tertib tanpa perlawanan, dengan pengamanan gabungan sebanyak 68 personel dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan petugas keamanan Pasar Jaya.
Apel pengamanan digelar di lobi PD Pasar Jaya Kramat Jati dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kramat Jati, Kompol Rusit Malaka, S.HI, M.H., bersama Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Rudiyanto, SH.
Dalam arahannya, Kompol Rusit menegaskan pentingnya menjaga keamanan ruang publik dari potensi gangguan premanisme, terutama di pusat kegiatan ekonomi masyarakat seperti pasar induk.
“Tidak boleh ada ormas atau kelompok manapun yang melakukan aktivitas ilegal atau meresahkan di ruang publik, apalagi di pusat ekonomi masyarakat seperti pasar induk. Hari ini, kami pastikan penertiban dilakukan secara humanis namun tegas,” ujar Kompol Rusit di hadapan para personel.
Penyisiran dimulai setelah apel, dan posko ormas yang terletak di belakang Musholla Darussalam segera dibongkar oleh petugas PD Pasar Jaya. Seluruh proses berjalan dalam kondisi aman dan terkendali.
Meskipun berdasarkan dokumen DPP BPPKB Banten, kepengurusan unit ormas tersebut di pasar telah disahkan untuk periode 2025–2030, namun keberadaan fisik posko dinilai tidak sesuai dengan ketentuan tata kelola lingkungan pasar yang berlaku di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya.
Pihak kepolisian juga tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pasca pembongkaran. Hingga laporan terakhir diterima, situasi di kawasan Pasar Induk Kramat Jati terpantau kondusif dan terkendali.
