HARIANPOSMETRO.com, JAKARTA – Suasana khusyuk dan penuh kedamaian menyelimuti pelaksanaan ibadah Jumat Agung di berbagai gereja wilayah hukum Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (18/4/2025). Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja mengikuti peringatan Wafat Isa Almasih dengan penuh penghayatan, didampingi pengamanan oleh jajaran Polsek Ciracas.
Sejak pukul 06.00 pagi, personel kepolisian sudah berjaga di lokasi gereja-gereja, memastikan setiap rangkaian misa berlangsung dengan aman dan tertib. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polres Metro Jakarta Timur, khususnya Polsek Ciracas, dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menciptakan suasana ibadah yang nyaman bagi seluruh masyarakat.
Kapolsek Ciracas AKP Daldiri menyampaikan bahwa pengamanan melibatkan sejumlah personel dari unit Bhabinkamtibmas dan patroli, yang tersebar di berbagai titik ibadah.
“Polisi hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga untuk memperkuat rasa persaudaraan antarumat. Kami ingin memastikan saudara-saudari kami umat Kristiani bisa beribadah dengan tenang,” ujar AKP Daldiri.
Sebanyak sembilan gereja di wilayah Ciracas menggelar misa Jumat Agung dengan total jemaat mencapai lebih dari 4.000 orang. Di antaranya Gereja HKBP Resort Cibubur yang menggelar dua sesi ibadah dengan total 1.700 jemaat, dan HKBP Resort Pasar Rebo yang menggelar tiga sesi ibadah dengan dihadiri sekitar 1.760 jemaat.
Gereja-gereja lainnya seperti Pantekosta, GPIBI, BAJEM, GSJPDI Jemaat Batu Karang, Gereja Metodis, Gereja Baptis Indonesia, dan GPdI Bulak Sereh juga melangsungkan ibadah dengan lancar. Tema-tema khotbah yang diangkat pada umumnya mengajak jemaat untuk merefleksikan pengorbanan Kristus di kayu salib dan memperkuat nilai kasih serta pengampunan.
Salah seorang jemaat di Gereja GSJPDI, Amelia, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran aparat kepolisian yang membuat mereka merasa lebih tenang.
“Terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah mendampingi kami. Rasanya ibadah jadi lebih tenang dan penuh makna,” katanya.
Ibadah yang berjalan aman dan tertib ini sekaligus menjadi cerminan indahnya toleransi dan kerukunan antarwarga Jakarta Timur. Polisi dan masyarakat bersama-sama menjaga keberagaman dalam bingkai persatuan.
