HARIANPOSMETRO.com, JAKARTA – Sore yang hangat di RW 15 Kelurahan Cililitan terasa berbeda dari biasanya. Di aula sederhana yang terletak di Jl. Raya Bogor Gg. H. Husin, puluhan warga berkumpul bukan untuk rapat RT atau arisan, tapi untuk ngopi bareng Kapolsek Kramatjati, Kompol Rusit Malaka S.H.I., M.H.
Dalam kegiatan bertajuk Ngopi Kamtibmas ini, suasana santai tak mengurangi keseriusan diskusi. Orang tua, remaja, ketua RT, hingga jajaran polisi duduk bersama membahas berbagai persoalan yang sedang menghantui wilayah mereka: tawuran remaja, curanmor, narkoba, hingga judi online.
“Izin memperkenalkan diri, saya warga baru di sini. Tapi sebagai Kapolsek, saya bukan cuma hadir sebagai polisi, tapi juga sebagai tetangga, sebagai bagian dari warga Kramatjati,” ujar Kompol Rusit membuka obrolan.
Dengan gaya bicara yang lugas namun penuh empati, ia menekankan pentingnya peran semua pihak—terutama orang tua dan tokoh lingkungan—untuk ikut menjaga anak-anak agar tidak terlibat dalam tawuran atau penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengajak warga untuk tidak ragu melapor bila menemukan hal mencurigakan.
“Kalau ada anak nongkrong lewat jam 11 malam, tolong diingatkan. Kalau tak bisa, laporkan ke kami. Biar kami bantu beri pengertian. Kita saling jaga,” tambahnya.
Ibu RW 15, Iyet Mawati, dalam sambutannya pun menyambut hangat kegiatan ini. “Senang sekali bisa kumpul seperti ini. Selama ini kita merasa aman, tapi kita tahu, masalah bisa datang kapan saja. Jadi lebih baik kita waspada dari sekarang,” ujarnya.
Diskusi semakin hidup saat sesi tanya jawab. Ada yang mengeluhkan warung yang diduga menjual obat-obatan, ada pula yang berbagi pengalaman pahit soal anaknya menjadi korban pengeroyokan. Semua pertanyaan dijawab dengan terbuka dan ditindaklanjuti oleh pihak Polsek.
Menjelang Magrib, doa bersama dipanjatkan. Setelah itu, senyum dan tawa mengiringi sesi foto bersama, menandakan bahwa hubungan polisi dan warga bukan hanya soal hukum dan keamanan—tapi juga soal rasa percaya dan kebersamaan.
“Keamanan bukan hanya urusan polisi. Ini urusan kita semua,” tutup Kompol Rusit sambil menyeruput kopi hangatnya.
