Harian Posmetro, – Dalam momentum Forum Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) 2025 yang berlangsung di Huangshan, Anhui, China, sebuah kesepakatan strategis kembali menandai kerja sama lintas negara di kawasan Asia. PT Kawasan Industri Jorong (KIJ) secara resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan East China Engineering Science and Technology Co., Ltd. (ECEC), untuk membangun fasilitas industri kimia berbasis gasifikasi batu bara di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT KIJ, Wishnu Soehardjo, dan Direktur Utama ECEC, Li Lixin, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi sektor industri energi antara Indonesia dan Tiongkok. Proyek ini akan berlokasi di Kawasan Industri Jorong, Kalimantan Selatan, dan menjadi salah satu investasi besar dalam bidang hilirisasi batu bara.
Dalam wawancara khusus di Jakarta Selatan, 12 Juni 2025, Wishnu Soehardjo Direktur Utama PT KIJ menyampaikan bahwa proyek ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi bagian dari transformasi industri energi nasional.

“Kami melihat masa depan hilirisasi batu bara tidak hanya sebagai peluang ekonomi, tetapi juga sebagai cara untuk mentransformasi sumber daya dalam negeri menjadi produk bernilai tinggi. KIJ ingin menjadi pionir kawasan industri yang modern dan ramah lingkungan, dengan dukungan teknologi dari mitra global seperti ECEC,” ujar Wishnu saat ditemui di Gandaria.
Dijelaskan Wishnu, investasi akan diberikan secara bertahap untuk Investasi tahap awal ini akan menyerap dana sebesar USD 478 juta, dengan target kapasitas produksi mencapai 300.000 ton ammonia dan 520.000 ton pupuk urea per tahun. Proyek ini juga mengusung inovasi dengan produksi green methanol dari gasifikasi batu bara, mendukung transisi energi bersih dan pengembangan industri kimia rendah emisi karbon.
Wishnu menegaskan, aspek lingkungan menjadi perhatian utama. “Kami telah merancang kawasan industri kimia khusus agar dampak terhadap lingkungan bisa dikendalikan secara maksimal. Kawasan ini tidak berada di pemukiman padat, dan kami berencana memanfaatkan teknologi konversi karbon untuk menghasilkan green methanol,” jelasnya.
Konstruksi fisik fasilitas ditargetkan mulai pada Februari 2026, setelah semua perizinan dan persyaratan teknis dipenuhi. Selain nilai tambah ekonomi, proyek ini diharapkan membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan meningkatkan infrastruktur pendukung di Kalimantan Selatan.
Forum RCEP sendiri merupakan platform perdagangan bebas terbesar di dunia, melibatkan 15 negara Asia Pasifik, termasuk China, ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. RCEP mencakup hampir 30% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) global dan lebih dari sepertiga populasi dunia.
Melalui kolaborasi ini, PT KIJ menegaskan komitmennya mendukung agenda nasional dalam mencapai swasembada pangan, transisi energi, dan penguatan daya saing industri berbasis sumber daya lokal. (red)
