Tanah Betawi memiliki sejarah panjang sebagai pusat perjuangan nasional dan tempat diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai tanah pusaka yang sarat makna historis, Jakarta tak hanya menjadi simbol kedaulatan negara, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi siapa pun yang ingin mengadu nasib dan meraih kesuksesan.
Masyarakat Betawi yang dikenal egaliter telah menjadikan kota ini sebagai tempat yang ramah, nyaman, dan aman bagi para pendatang dari seluruh penjuru negeri. Di sisi lain, sebagai ibu kota negara, Jakarta secara alamiah menjadi episentrum perpolitikan nasional,Jakarta,sabtu 21 juni 2025
Meski begitu, realita menunjukkan bahwa kiprah tokoh Betawi dalam kepengurusan partai politik besar di tingkat nasional masih terbilang terbatas. Tokoh-tokoh seperti almarhum KH. Zainuddin MZ dan almarhum H. Lulung pernah mencatat sejarah dengan mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR), namun partai tersebut tidak mampu bertahan lama di kancah politik nasional.
Kini, secercah harapan muncul kembali dari sosok tokoh muda Betawi yang mendapatkan amanah dari Anies Baswedan sebagai figur sentral dalam Ormas Gerakan Rakyat di wilayah Jakarta. Gerakan ini diyakini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi partai politik yang mampu ikut serta dalam Pemilu 2029.
Bang Biem, yang kini didaulat sebagai tokoh sentral Gerakan Rakyat di tingkat DPW Jakarta, disebut-sebut memiliki kewenangan penuh dalam menentukan arah politik organisasi. Termasuk dalam hal rekomendasi calon legislatif DPRD, DPR RI, hingga pasangan calon gubernur untuk Pilkada Jakarta 2029.
Seiring keputusan Mahkamah Konstitusi yang membuka peluang bagi partai politik untuk mencalonkan presiden secara mandiri, Gerakan Rakyat juga dinilai memiliki landasan hukum untuk mengusung Abah Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilu 2029.
Sebagai anak kandung dari tanah Betawi, semangat untuk menjadi “tuan rumah di kampung sendiri” kini kembali bergelora. Harapannya, tokoh-tokoh Betawi tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan ikut menentukan arah perjalanan politik bangsa dari pusatnya—Jakarta.
