POLDA BENGKULU KERAHKAN UPAYA MAKSIMAL
BENGKULU, HARIAN POSMETRO.com |
Pendangkalan yang terjadi sejak Maret 2025 lalu, mengakibatkan kapal layanan laut tak mampu bersandar ke dermaga. Bahkan penumpang terpaksa diturunkan di tengah laut.
Tidak hanya itu, situasi ini juga menyebabkan terhentinya akses kapal penumpang dan logistik yang berdampak langsung pada terganggunya distribusi barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Keterangan yang dihimpun,
kondisi ini tidak bisa dipandang sebagai hambatan teknis biasa, melainkan telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang mengancam kehidupan warga di salah satu pulau terdepan Indonesia tersebut.
Akibat pendangkalan alur di dermaga Pelabuhan Baai, konektivitas laut menuju Pulau Enggano menjadi terputus, sehingga berdampak langsung pada distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Bahkan hasil alam selama empat bulan terakhir ini, dibiarkan oleh warga membusuk, karena terputusnya angkutan pelayaran melalui kapal laut.
Polda Bengkulu melalui Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) bergerak cepat melakukan upaya tanggap darurat di lapangan.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., bersama jajaran telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pendangkalan menggunakan kapal patroli Ditpolairud. Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa upaya terus dilakukan meski terbatasnya sarana menjadi tantangan tersendiri.
“Kami dari Polda Bengkulu tetap berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi sulit seperti ini. Meski keterbatasan kapal operasional menjadi kendala, Ditpolairud terus melakukan pelansiran logistik dan penumpang secara terbatas demi memastikan Enggano tidak terisolasi total,” ujar Irjen Pol. Mardiyono.
Ditpolairud Polda Bengkulu saat ini belum memiliki kapal patroli type B yang ideal untuk pelayaran menuju wilayah perairan terbuka seperti Enggano. Meski demikian, beberapa langkah strategis telah diambil, antara lain:
- Koordinasi intensif dengan seluruh unsur maritim di wilayah Bengkulu;
- Penggunaan kapal patroli Ditpolairud untuk pelansiran penumpang dan barang menuju Kapal Ferry Pulo Telo;
- Imbauan kepada kapal nelayan agar tidak membawa penumpang demi keselamatan;
- Pengawasan terhadap kapal pembawa sembako untuk menjamin distribusi logistik tetap aman dan tertib.
Kapolda menambahkan bahwa keselamatan masyarakat dan keberlangsungan distribusi logistik ke Enggano menjadi perhatian utama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pelayaran mandiri tanpa izin resmi. Polda Bengkulu bersama mitra maritim lainnya terus bekerja keras agar distribusi kebutuhan pokok ke Enggano tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Polda Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang terhadap permasalahan pendangkalan ini, termasuk upaya pengerukan atau revitalisasi jalur pelayaran agar konektivitas laut kembali normal.[Redaksi.hpm]
