Harianposmetro.com— Memasuki bulan kemerdekaan, Kabupaten Jayawijaya bersiap menampilkan wajah terbaiknya. Serangkaian agenda budaya, ekonomi, dan pemerintahan digelar sepanjang Agustus 2025, dimulai dari Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33 hingga peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Semuanya dikemas sebagai bagian dari refleksi 100 Hari Kerja Bupati Atenius Murip dan Wakil Bupati Ronny Elopere.
Mengangkat tema “Budaya Saya, Warisan Saya, Dari Jayawijaya untuk Dunia”, FBLB akan digelar pada 7–9 Agustus di Distrik Usilimo. Festival ini bukan sekadar seremonial, melainkan pernyataan identitas budaya Papua yang berani tampil di pentas internasional. Dikenal sebagai salah satu festival budaya tertua di Indonesia, FBLB tahun ini masuk dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) bersama Cap Go Meh Singkawang dan Pesta Kesenian Bali.
“Ini momentum kami untuk memperkenalkan Jayawijaya sebagai destinasi yang bukan hanya kaya budaya, tapi juga ramah terhadap wisatawan dan investasi,” ujar Bupati Atenius Murip dalam konferensi pers di Hotel Red Top, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Selama tiga hari pelaksanaan, FBLB menyuguhkan beragam atraksi khas Papua: perang-perangan adat, tarian dan nyanyian rakyat, lomba tradisional seperti karapan babi dan sikoko, hingga atraksi bakar batu. Yang paling ditunggu, festival ini akan memecahkan dua Rekor MURI, yakni untuk 1.500 pemain alat musik tradisional pikon dan rekor sebelumnya pada 2019 untuk noken sepanjang 30 meter.
Tak hanya seni dan budaya, perekonomian lokal turut digenjot. Sebanyak 63 pelaku UMKM dari sektor kopi, kerajinan tangan, pangan lokal, dan hasil bumi akan meramaikan area festival.
Setelah FBLB, panggung Jayawijaya berlanjut ke Karnaval Budaya pada 11 Agustus di pusat Kota Wamena. Peserta berasal dari pelajar PAUD hingga SMA, mahasiswa, OPD, paguyuban, dan komunitas budaya. Mereka akan mengenakan pakaian adat dari berbagai nusantara, menandai keberagaman dan harmoni dalam satu tanah Papua.
Sementara itu, pada 13 Agustus, pemerintah daerah akan menggelar acara khusus memperingati berakhirnya 100 Hari Kerja pasangan Atenius–Ronny. Terdapat 12 program prioritas yang disebut telah tuntas, mulai dari rekonsiliasi wilayah konflik, digitalisasi pemerintahan, pembentukan Polisi Baliem, hingga penanganan anak korban aibon.
“Semua capaian ini akan kami rangkum dalam Buletin 100 Hari Kerja dan diluncurkan bersamaan dengan acara puncak,” terang Atenius.
Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan akan ditandai dengan Upacara Bendera HUT ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena. Sejumlah kementerian dijadwalkan hadir. Bahkan, sekitar 200 wisatawan mancanegara telah menyatakan kehadiran.
Pemerintah daerah menyiapkan segala kebutuhan akomodasi, dari hotel, homestay, hingga honai — rumah adat khas Papua — serta 20 pemandu wisata lokal untuk mendampingi para tamu.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat Indonesia dan wisatawan asing. Datanglah ke Jayawijaya. Rasakan denyut budaya, keindahan alam, dan semangat Papua dalam satu perayaan,” pungkas Bupati Atenius Murip.
