Jakarta, Harianposmetro.com
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan pandangan dan sikap terkait dinamika kebangsaan dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan resmi tersebut ditandatangani Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, bersama Sekretaris Jenderal, Makali Kumar, pada Senin (8/9).
Dalam keterangannya, Firdaus menyampaikan beberapa poin penting.
Pertama, SMSI mengapresiasi peran TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas nasional di tengah dinamika politik maupun sosial yang berkembang. Menurutnya, langkah aparat dinilai mampu mencegah munculnya persoalan baru yang berpotensi mengganggu kedaulatan negara.
Kedua, SMSI mengingatkan seluruh pengurus dan anggota bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi. Karena itu, media diimbau terus berperan menjaga keberlangsungan demokrasi melalui pemberitaan yang edukatif, informatif, dan konstruktif.
Ketiga, SMSI menyerukan dukungan terhadap percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset dan Pemiskinan Koruptor. Menurut Firdaus, regulasi ini penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku.
Keempat, dalam konteks pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, SMSI menyatakan dukungan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyelesaikan masa baktinya hingga 2029. Selain itu, SMSI juga mengusulkan wacana penambahan posisi wakil presiden menjadi tiga orang, masing-masing bertugas mengawasi pembangunan di wilayah Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur. Usulan tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat keterwakilan daerah sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.
“Pernyataan ini merupakan bentuk tanggung jawab SMSI terhadap keberlangsungan bangsa dan negara. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan bimbingan kepada kita semua dalam menjaga persatuan serta kejayaan Indonesia,” kata Firdaus menutup keterangannya.
