JAKARTA, Harianposmetro – Film komedi-horor terbaru berjudul Pesugihan Sate Gagak siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 13 November 2025. Film produksi Cahaya Pictures ini mengangkat tema sosial tentang ambisi manusia terhadap kekayaan instan yang dikemas dalam alur cerita ringan dan menghibur.
Produser Aoura Lovenson menjelaskan bahwa film ini tidak sekadar menampilkan hiburan semata, melainkan juga menggambarkan fenomena sosial yang banyak terjadi di masyarakat.
“Banyak orang yang merasa lelah hidup dalam keterbatasan dan tergoda untuk mencari jalan pintas. Lewat film ini, kami ingin menyampaikan pesan itu dalam kemasan komedi yang tetap dekat dengan realitas,” ujar Auora dalam jumpa pers perilisan poster dan trailer film “Pesugihan Sate Gagak” di CGV FX Sudirman Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Dengan nuansa satire dan karakter-karakter absurd, Pesugihan Sate Gagak berusaha menghidupkan kembali tradisi film komedi-horor khas Indonesia yang menyuguhkan tawa sekaligus pesan moral.
Film ini dibintangi oleh Ardit Erwandha, Yoriko Angeline, Nunung, Arief Didu, Yono Bakrie, Benidictus Siregar, dan Firza Valaza. Kombinasi para aktor komedi dan pemain muda diharapkan dapat memberikan warna baru dalam genre komedi-horor.
Diketahui film ini bercerita tentang Anto (Ardit Erwandha), Dimas (Yono Bakrie), dan Indra (Benidictus Siregar) yang capek miskin dan bosan hidup susah. Demi jalan pintas menuju kaya, mereka malah mencoba ritual pesugihan yang mereka anggap paling minim risiko: jualan sate daging gagak untuk pelanggan dari dunia lain alias Pesugihan Sate Gagak!
Nuugro Agung, penulis cerita Pesugihan Sate Gagak, mengungkap bahwa ide film ini berangkat dari kisah nyata tentang ritual pesugihan yang memang pernah terjadi di sekitar lingkungannya.
“Ide cerita film ini dari aku. Tentang pesugihan sate gagak pakai burung gagak, bukan tumbal manusia. Cuma kalau satenya enak dan setannya suka, akan ketagihan, akan nagih terus-terusan,” jelas Agung.

Cerita yang ditulis Agung kemudian diterjemahkan ke dalam film oleh Etienne Caesar dan Dono Pradana yang duduk di bangku sutradara. Dari sisi penyutradaraan, Pesugihan Sate Gagak diolah dengan pendekatan komedi yang bisa diterima oleh banyak orang.
Sutradara Etienne Caesar menuturkan bahwa sejak awal ia ingin menciptakan film yang tidak hanya lucu dan
menyeramkan, tetapi juga dapat dinikmati oleh banyak kalangan.
“Buat saya pribadi, statement-nya adalah horor ini harus bisa dinikmati oleh berbagai macam
kalangan. Jadi, bagaimana caranya supaya semua orang bisa menikmati film ini. Kalau dulu, zaman saya kecil, kita sering ditakut-takuti lewat film horor. Tapi sekarang, saya ingin
menghadirkan film komedi-horor yang bisa jadi hiburan dan bisa dinikmati semua orang,” ujarnya.
Selain Cahaya Pictures, sejumlah rumah produksi seperti PK Films, Arendi, Anami Films, Laspro Media Sinema, dan IFI Sinema turut berperan dalam proses produksi film ini. Trailer dan poster resminya telah dirilis di media sosial resmi Cahaya Pictures dan mendapat respons positif dari warganet.
Dalam trailer yang ditonton memang nampak beberapa scene menampilkan komedi yang absurd. Diantaranya adalah saat ketiga pemeran utama berjualan sate gagak dan salah satu syaratnya diharuskan bertelanjang full tanpa menggunakan sehelai benang pun.
“Jujur dalam scene ini “telanjang” ini hanya satu pemeran yang layak dipandang yakni Ardhit dua sisanya Yono dan Benedictus jijik ngeliatnya,” ujar sutradara yang disambut gelak tawa penonton.
Film Pesugihan Sate Gagak diharapkan menjadi alternatif tontonan bagi masyarakat yang rindu film Indonesia dengan nuansa humor khas namun tetap menyentuh sisi kehidupan sosial yang nyata (red)
