Satgas Damai Cartenz Salurkan Bantuan kepada Anak Panti Asuhan Terdampak Kebakaran
JAYAPURA, PAPUA, HARIAN POSMETRO.com | Hangusnya bangunan Yayasan Panti Asuhan Generasi Pembawa Terang (GPTK) yang dilalap si jago merah di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Papua, masih mengundang tanda tanya. Terbakar atau Dibakar?
Namun, pasca kebakaran yang melanda Bangunan Yayasan Panti Asuhan Generasi Pembawa Terang (GPTK) di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, pada Selasa (30/9/2025), Satgas Operasi Damai Cartenz tetap sigap, dan menyalurkan tali asih kepada anak-anak yang terdampak musibah tersebut.
Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di Barak VI SPN Jayapura, Kota Jayapura, pada Selasa (14/10/2025).
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan, penyerahan bantuan secara simbolis berupa satu boks susu dan makanan ringan kepada anak-anak Panti Asuhan Generasi Pembawa Terang (GPTK).
“Suasana kegiatan berlangsung akrab dan penuh kehangatan,” ujar Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa pemberian tali asih ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Satgas Ops Damai Cartenz terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
“Semua anak-anak yang kami kunjungi dalam keadaan sehat dan beraktivitas seperti biasa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” tutur Kombes Pol Adarma Sinaga.
Penyebab Kebakaran Diduga Ada Unsur Kesengajaan
Kebakaran melanda Panti Asuhan Generasi Pembawa Terang Kehidupan di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami. Beruntungnya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Seperti dilansir Cendrawasih Pos,
berdasarkan data yang dihimpun, Selasa (30/9), peristiwa kebakaran tersebut terjadi diduga kuat ada unsur kesengajaan dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Maria Pasik Demetouw kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya. Maria menjelaskan bahwa pada saat kejadian pihaknya sempat melihat dua OTK yang mencurigakan menggunakan kendaraan sepeda motor dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi kejadian.
Puluhan anak-anak tetap tersenyum, meskin harus mengungsi di Kantor Polda Papua, Selasa (30/9)
Peristiwa kebakaran tersebut diketahui berawal terdengar bunyi seperti lemparan batu yang mengenai atap seng tepatnya di Ruang II (Ruang Doa) dari panti asuhan itu.
“Ada anak-anak kita sempat melihat dua orang yang tidak dikenal menggunakan kendaraan sepeda motor dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat kejadian. Tidak lama setelah itu, saksi melihat api sudah menyala dan mulai membakar bagian atap seng,” jelas Maria berdasarkan keterangan salah seorang anak panti.
Karena melihat api semakin membesar, ketua panitia asuhan dan anak tersebut langsung berteriak ke arah penghuni asrama yang saat itu melaksanakan ibadah malam sebelum tidur. Akibat kebakaran ini, kurang lebih sebanyak 43 orang penghuni panti harus mengungsi ke Markas Besar Polda Papua.
▪[Redaksi.hpm]
