Sutradara Indra Gunawan, produser Dewi Amanda, dan para pemain Air Mata Mualaf saat sesi press conference dan press screening di Jakarta, 19 November 2025. (sumber: Tim Harian PosMetro)
Jakarta, Harian PosMetro – Film terbaru garapan sutradara Indra Gunawan dan produser Dewi Amanda, Air Mata Mualaf, resmi diperkenalkan melalui press conference dan press screening di Jakarta, Kamis (19/11/2025). Mengangkat kisah nyata yang penuh luka dan harapan, film ini siap menjadi tontonan dramatis yang menyentuh dan relevan bagi penonton Indonesia.
Antusiasme media dan penonton undangan memenuhi studio bioskop saat film Air Mata Mualaf diperkenalkan pertama kali dalam acara press conference dan press screening. Film produksi Suraya Films ini digawangi oleh duo kreatif Indra Gunawan sebagai sutradara dan Dewi Amanda sebagai produser, yang menegaskan bahwa film ini merupakan karya paling personal dan emosional yang pernah mereka kerjakan.
Mengusung kisah nyata tentang perjalanan hidup seorang mualaf yang penuh pergulatan batin, film ini menampilkan dinamika keluarga, pencarian jati diri, hingga penyembuhan dari trauma masa lalu. Dalam konferensi pers, Indra Gunawan mengungkapkan bahwa proses riset dan penggalian cerita memakan waktu panjang demi menjaga keaslian kisah.
“Kami ingin penonton tidak hanya menonton, tapi merasakan. Setiap adegan didesain untuk menjaga empati dan kebenaran emosional dari tokoh nyata film ini,” ujar Indra.
Sementara itu, produser Dewi Amanda menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam produksi adalah membangun atmosfer realis yang tetap sinematis.
“Film ini bukan sekadar drama, tapi perjalanan spiritual. Kami ingin visual dan musiknya menggambarkan luka sekaligus kekuatan seorang mualaf yang bangkit dari tekanan hidupnya,” jelasnya.
Film Air Mata Mualaf dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris seperti Acha Septriasa, Achmad Megantara, Dewi Irawan, dan Rizky Hanggono, yang seluruhnya hadir dalam sesi diskusi. Para pemain mengaku proses pendalaman karakter cukup intens, karena mereka harus memahami pengalaman religius dan psikologis tokoh-tokoh yang mereka perankan.
Acha Septriasa menyebut perannya sebagai salah satu yang paling menantang dalam kariernya.
“Banyak adegan yang menuntut kedalaman emosi. Saya harus benar-benar memposisikan diri dalam konflik batin seorang perempuan yang berjuang menemukan tempatnya dalam keluarga dan agamanya,” katanya.
Press screening ditutup dengan tepuk tangan panjang dari para tamu undangan, menandakan ekspektasi tinggi terhadap film yang akan tayang di bioskop mulai 27 November 2025. Air Mata Mualaf diharapkan dapat menjadi salah satu film drama Indonesia yang kuat secara naratif sekaligus relevan dengan isu spiritualitas dan kemanusiaan. mnp
