Foto: Istimewa.
Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Batangtoru-Tapanuli Selatan di daerah Sumatera Utara, kembali terhentak oleh banjir susulan. Baru saja mereka merayakan perayaan tahun baru 2026, keesokan harinya berubah menjadi luka bencana banjir dan longsor berkepanjangan. Mereka (warga-red) telah dikepung banjir akibat dipicu hujan deras yang tiada henti, hingga mengakibatkan debit air naik, sungai sungai pun meluap.
|| DI KABUPATEN Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, yang kembali dikepung banjir bandang akibat luapan Sungai Batang Toru yang dipicu hujan deras melanda wilayah tersebut, pada Jumat, 2 Januari 2026.
Sungai Batang Toru Kembali Meluap
Keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, disebutkan bahwa Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, menjadi wilayah terdampak terparah dalam peristiwa banjir tersebut, hingga menyebabkan desa itu terisolasi.
“Desa kami sekarang terisolir. Akses jalan kabupaten di Kampung Sirongit tertutup banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter,” kata Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, kepada warwawan, Jumat (2/1/2026).
Ia menyebutkan sejumlah kawasan permukiman warga terendam banjir, di antaranya Kampung Suka Maju atau Benteng, Lingkungan SD Inpres, Lorong IV Lingkungan Utama, Kampung Malako, Kampung Baru, dan Kampung Kemuning.
Ketinggian air bervariasi mulai dari setinggi pinggang hingga mencapai leher orang dewasa, sehingga lebih dari 100 jiwa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menurut Sulhan, banjir dipicu meluapnya tiga aliran sungai yang melintasi desa tersebut, yakni Sungai Batang Toru, Sungai Sangkunur, dan Sungai Malombu, dengan luapan terparah berasal dari Sungai Batang Toru.
Ia menjelaskan terdapat sekitar 500 meter tebing Sungai Batang Toru yang jebol sejak kejadian banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025, sehingga membuat desanya kerap dilanda banjir dan air sulit surut.
“Jika tanggul tidak segera dinormalisasi, desa kami yang dihuni sekitar dua ribu jiwa terancam tenggelam, termasuk ratusan hektare lahan perkebunan warga,” ujarnya.
Banjir Sibolga, Pemukiman Terendam
Sementara Banjir yang kembali melanda kawasan Sibolga, khususnya di Kelurahan Huta Tonga-Tonga, Kecamatan Sibolga Utara, Sumatera Utara, pada Jumat, 2 Januari 2026, disebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Doras meluap gara-gara hujan deras hingga membuat sejumlah permukiman warga terendam.
Sebelumnya Sibolga dilanda banjir dan longsor imbas hujan deras pada akhir November.
Tapanuli Tengah Dikepung Banjir
Sebagian besar wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali dilanda banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak pagi hari, Jumat (02/1/2026). Hujan deras yang turun tanpa henti menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga.
Di sejumlah kawasan, kondisi banjir dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Di Kecamatan Tukka dan di Lopian ketinggian air mencapai hingga 1,5 meter, merendam rumah warga dan fasilitas umum. Warga yang terdampak tampak panik dan berupaya menyelamatkan diri serta barang berharga ke tempat yang lebih aman.
“Maro muse banjir susulan! (artinya: datang lagi banjir susulan-red).
Air naik sangat cepat, kami tidak sempat bersiap. Anak-anak dan orang tua langsung kami evakuasi,” ujar salah seorang warga dengan logat batak bercampur melayu dengan nada cemas.
[Sumatera Utara, Januari 2026 ®harianposmetro.com ]
