Foto : Istimewa
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, kondisi sosial masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan variasi tingkat pemulihan. Sebagian warga mulai berupaya mandiri dengan membuka kembali aktivitas ekonomi sederhana, seperti berjualan secara terbatas sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada.
|| TIM Tanggap Darurat Bencana (TDB) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan telah tiba di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu, 28 Desember 2025, dalam rangka mendukung upaya penanganan darurat pascabencana Siklon Senyar yang melanda wilayah Sumatera.
Berdasarkan hasil pemantauan awal di lokasi terdampak, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah masih mengalami kerusakan berat.
Banyak rumah warga dilaporkan hancur dan hingga saat ini masih terendam lumpur yang telah mengeras, sebagai dampak dari banjir lumpur yang terjadi pada 23 November 2025. Kondisi tersebut menyulitkan proses pembersihan serta pemulihan awal di lingkungan permukiman warga.

Akses jalan menuju beberapa desa terdampak masih terisolir, dikarenakan badan jalan tertutup dan terendam lumpur. Selain itu, beberapa desa masih mengalami kendala pasokan listrik, sehingga aktivitas masyarakat dan proses penanganan darurat belum dapat berjalan secara optimal.
Sehubungan dengan kondisi medan tersebut, pendistribusian bantuan hanya dapat dilakukan menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda (4×4) guna memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah-wilayah terdampak secara aman dan efektif, ungkap Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan, Mundari kepada HARIAN POSMETRO.com pada
Rabu 7 Januari 2026.
PMI Kota Jakarta Selatan terus berkoordinasi dengan PMI setempat serta pihak-pihak terkait untuk mendukung upaya tanggap darurat dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, kondisi sosial masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan variasi tingkat pemulihan. Sebagian warga mulai berupaya mandiri dengan membuka kembali aktivitas ekonomi sederhana, seperti berjualan secara terbatas sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk adaptasi awal masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabencana.
Namun demikian, sebagian besar masyarakat terdampak masih berada di lokasi pengungsian, dengan menempati tenda-tenda pengungsian yang didirikan di setiap desa.
Keterbatasan akses, kerusakan tempat tinggal, serta kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman menjadi faktor utama warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Selain itu, di lapangan masih ditemukan masyarakat yang belum mendapatkan bantuan kemanusiaan secara merata, baik bantuan logistik maupun kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini memerlukan perhatian dan tindak lanjut segera melalui pendataan lanjutan serta optimalisasi distribusi bantuan agar dapat menjangkau seluruh kelompok terdampak secara adil dan tepat sasaran.
Suka dan Duka Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB)
PMI Kota Jakarta Selatan
Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Kota Jakarta Selatan menghadapi berbagai dinamika di lapangan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga dan menunaikan amanah bantuan kemanusiaan dari berbagai donatur yang telah dihimpun, sehingga seluruh proses pendistribusian harus dipersiapkan secara matang dan bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari tahapan logistik, tim terlebih dahulu melakukan pengadaan dan persiapan paket distribusi di Kota Medan, dengan menggunakan armada truk untuk pengangkutan. Paket bantuan disusun dan dikemas secara mandiri untuk setiap Kartu Keluarga (KK), dengan melibatkan dan mendapat perbantuan dari warga lokal dalam proses pengemasan, guna mempercepat dan memastikan ketepatan distribusi.
Kendala turut dihadapi saat pelaksanaan distribusi di Desa Sekerak, di mana mobil dan truk pengangkut bantuan sempat mengalami selip akibat kondisi jalan yang masih terendam dan berlumpur.

Namun demikian, melalui koordinasi yang intensif dengan PMI Kabupaten Aceh Tamiang, bantuan kemanusiaan berhasil dilangsir dan disalurkan menggunakan kendaraan bak berpenggerak empat roda (4×4) sehingga tetap dapat menjangkau lokasi sasaran.
Di balik berbagai tantangan tersebut, terdapat momen yang menjadi penguat semangat tim.
Antusiasme dan sambutan hangat masyarakat di tiga desa lokasi distribusi menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi Tim TDB PMI Kota Jakarta Selatan. Kehadiran tim diterima dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan, yang menjadi pengingat bahwa setiap upaya kemanusiaan yang dilakukan memberikan makna dan harapan bagi masyarakat terdampak.
Kekuatan Personil TDB PMI Jakarta Selatan saat distribusi bantuan kemanusiaan di Aceh Tamiang Staff: 5 Orang, Relawan: 3 Orang, Pengurus Kota: 2 Orang, Relawan Lokal: 9 Orang.
[Sumber: Laporan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan, Mundari bersama Tim, saat mengunjungi korban bencana alam di Aceh Tameang || Jakarta, Januari 2026 ®redaksi-harianposmetro.com]
