Foto: Istimewa.
Salah seorang warga Tukka, Ibu Neika, mengaku masih mengalami trauma akibat kejadian banjir, mengingat banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu masih menyisakan dampak psikologis bagi dirinya dan warga lainnya.
SIBOLGA, HARIAN POSMETRO.com || Banjir lagi, banjir lagi! Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam hari pada Rabu kemarin 11 Februari 2026 menyebabkan sejumlah kawasan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah kembali dilanda banjir. Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang berlangsung hingga tengah malam itu mengakibatkan luapan air di sejumlah titik, khususnya di wilayah yang berada di sekitar bantaran sungai.
Dilansir hasil pantauan RRI.CO.ID, salah satu wilayah terdampak banjir yang cukup parah terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, dialami Kecamatan Tukka.
Salah seorang warga Tukka, Ibu Neika, mengaku masih mengalami trauma akibat kejadian banjir, mengingat banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu masih menyisakan dampak psikologis bagi dirinya dan warga lainnya.
“Jelas masih trauma bang, apalagi kalau datang hujan. Warga disini masih belum selesai memperbaiki rumahnya udah banjir lagi,” ujarnya, Kamis 12 Februari 2026.
Ibu Neika berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh.
Menurutnya, pengerukan sungai seharusnya dilakukan hingga mencapai kedalaman semula.
“Harapanya jangan lah cuma tanggul saja yang dibuat di pinggir sungai itu, apalagi tanggulnya pun dari tanah dan pasir. Kita lihatlah sekarang sudah rusak dibawa air itu,” ucapnya.
Sementara itu, sejumlah warga kembali mencari tempat pengungsian akibat banjir yang terjadi. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah-pun telah membuka kembali Gedung GOR Pandan sebagai lokasi pengungsian bagi warga terdampak. ®redaksi-hpm•
