Berulang kali pelaku menyebut mobil dinaikinya milik jenderal dan menyebut jabatan Kapolda, hingga Lukman pun terintimidasi karena khawatir pelaku membawa senjata api.
“Dia bilangnya ‘Kamu tahu nggak ini barcode-nya Jenderal? Kamu nggak tahu ini barcode Jenderal? Barcode Jendral, Barcode Kapolda. Dia bilang kayak begitu berulang kali,” ujarnya.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Polisi mengungkap pelaku penganiayaan terhadap pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, yang videonya viral di media sosial karena disebut-sebut mengaku sebagai anggota Polri. Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta.
Peristiwa terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 22.10 WIB di SPBU Pertamina Cipinang, Jakarta Timur. Kejadian bermula saat sebuah mobil Toyota Vellfire hitam hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Namun petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan.
Penolakan tersebut memicu emosi penumpang mobil. Pelaku kemudian turun dan melakukan kekerasan terhadap sejumlah pekerja SPBU. Beberapa pegawai mengalami pemukulan, termasuk petugas yang berupaya melerai. Salah satu korban kemudian membuat laporan ke Polsek Pulogadung pada Senin (23/2/2026) dan perkara ditangani Unit Reskrim Polsek Pulogadung Polres Metro Jakarta Timur.
Korban Lukman Hakim (19) dipukul di bagian rahang kanan, korban Khairul Anam ditampar, sementara korban Abud Mahbudin (28) dipukul sebanyak tiga kali hingga satu gigi depannya patah.
Lukman Hakim mengatakan penganiayaan bermula ketika pelaku yang merupakan penumpang mobil mewah datang mengisi BBM subsidi Pertalite pada Minggu (22/2/2026) pukul 22.25 WIB.
Tapi saat proses scan barcode Pertamina untuk pengisian BBM bersubsidi, Lukman mendapati bahwa data antara pelat nomor polisi dengan jenis kendaraan dinaiki pelaku tidak sesuai.
Berulang kali pelaku menyebut mobil dinaikinya milik jenderal dan menyebut jabatan Kapolda, hingga Lukman pun terintimidasi karena khawatir pelaku membawa senjata api.
“Dia bilangnya ‘Kamu tahu nggak ini barcode-nya Jenderal? Kamu nggak tahu ini barcode Jenderal? Barcode Jendral, Barcode Kapolda. Dia bilang kayak begitu berulang kali,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, pelaku berinisial JMH mengaku sebagai anggota Polri.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pelaku merupakan warga sipil yang berprofesi sebagai wiraswasta.
“Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri,” kata Budi, Selasa (24/2/2026).
Budi menjelaskan, pelaku JMH ditangkap di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Timur.
“Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan,” ujar dia.
Menindaklanjuti video viral di media sosial Instagram akun @nestagram yang menarasikan “pemukulan oleh oknum yang mengaku aparat”, Subbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya bersama anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unitreskrim Polsek Pulogadung melakukan penyelidikan dan klarifikasi. Hasilnya, pelaku berhasil diidentifikasi sebagai JMH. dan diketahui bukan anggota Polri. Nomor polisi yang digunakan pada kendaraan juga tidak sesuai peruntukannya.
Pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung mengamankan pelaku di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan peristiwa serupa atau tindak kekerasan, segera laporkan melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti,” ujarnya. ®hpm/01•
