Jakarta,Harianposmetro.com— Sejumlah organisasi masyarakat asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Aksi tersebut diikuti gabungan organisasi, di antaranya WAG FM, FUMBI, AMBI, GANN, SALAJA, FKMBC, Mone Rangga Wale, Mabes JAPRI, PETIR, BMMB, AMPIQU, dan IKMABI.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mereka meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi terhadap jajaran kepolisian di wilayah Bima dan Dompu, serta mendesak penanganan yang lebih serius terhadap dugaan peredaran narkotika di daerah tersebut.
Perwakilan massa juga meminta aparat segera menindaklanjuti dugaan keterlibatan sejumlah nama yang disebut dalam orasi sebagai bagian dari jaringan peredaran narkoba. Mereka menilai peredaran narkotika di wilayah Bima dan Dompu memerlukan langkah tegas dan cepat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain isu penanganan narkoba, Presiden GANN Sanggaji Bima dalam orasinya menyampaikan aspirasi agar pimpinan kepolisian yang bertugas di wilayah Bima dan sekitarnya dapat berasal dari putra daerah. Menurutnya, hal tersebut dinilai dapat memperkuat pendekatan kultural dan pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat setempat.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Perwakilan massa turut menyerahkan surat pernyataan sikap kepada pihak Mabes Polri untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri terkait tuntutan yang disampaikan.
