Foto: Istimewa.
“Melalui program ini mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi hadir langsung sebagai agen perubahan sosial yang membantu masyarakat memulihkan lingkungan sekaligus membangun kembali aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Hafizah, Sabtu (14/3/2026).
|| SEMANGAT pengabdian perguruan tinggi kembali hadir di tengah masyarakat. Sebanyak 56 mahasiswa Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) turun langsung membantu pemulihan pascabencana galodo di Jorong Mudiak Aia, Nagari Tambangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, melalui program pengabdian masyarakat “Mahasiswa Berdampak” yang didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dilansir Waspada.id kegiatan yang berlangsung selama 20 hari, mulai 4 Februari hingga 20 Maret 2026 ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus revitalisasi ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
Ketua tim dosen pengarah program dari UPGRISBA, Dr. Hafizah Delyana, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa di lokasi bencana merupakan wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui program ini mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi hadir langsung sebagai agen perubahan sosial yang membantu masyarakat memulihkan lingkungan sekaligus membangun kembali aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Hafizah, Sabtu (14/3/2026).
Bencana galodo yang terjadi pada 28 November 2025 dipicu oleh hujan deras berkepanjangan selama lebih dari satu minggu. Kondisi tersebut menyebabkan longsor besar dan meluapnya aliran sungai di kawasan Nagari Tambangan.
Material batu, kayu, dan lumpur menghancurkan berbagai infrastruktur desa.
Lebih dari 48 hektar lahan pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat tertimbun material banjir. Endapan pasir bahkan mencapai ketebalan sekitar 75 hingga 100 sentimeter di sejumlah area sawah.
[Tanah Datar, Maret 2026/®harian posmetro.com]
