“Saya menyampaikan apresiasi kepada Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan, TP PKK, kelompok Urban Farming, serta seluruh unsur lainnya yang telah menunjukkan komitmen dan semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujar Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo dan Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin memimpin Gerakan Tanam Bawang Merah dan Jagung serentak Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan, di Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan, Pasar Minggu, Selasa (28/7/2026).
Tanam serentak tersebut dilakukan di 187 lokasi di wilayah Jakarta Selatan, terdiri dari 75 lokasi di Taman Hatinya PKK, 62 RPTRA dan 50 lokasi Penggiat Urban Farming.
Walikota Syafrin, mengatakan, pemerintah dan unsur masyarakat diperlukan untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan setiap ruang yang tersedia, agar menjadi lahan yang produktif guna menjaga ketahanan pangan lingkungan.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan, TP PKK, kelompok Urban Farming, serta seluruh unsur lainnya yang telah menunjukkan komitmen dan semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Syafrin meminta, gerakan menanam ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. “Maka itu, diperlukan juga semangat menanam yang dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat,” ucapnya.
Azizah pun mengajak seluruh kader PKK, pengelola RPTRA, penggiat urban farming, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan gerakan tanam serentak ini.
“Khusus untuk pengelola RPTRA, saya akan memantau dan melihat langsung bagaimana perkembangan tanaman bawang dan jagung kita nantinya,” katanya.
Sementara itu, Kasudin KPKP Jaksel, Ridho Sosro, menambahkan, dalam kegiatan ini dilakukan penanaman sekitar 325 kilogram umbi Bawang dan benih Jagung Manis 17.500 butir dan Jagung Ketan 4.000 butir.
“Melalui gerakan tanam Bawang Merah dan Jagung serentak ini diharapkan tercipta budaya menanam di lingkungan masyarakat, meningkatnya ketersediaan pangan keluarga, bertambahnya kawasan pertanian perkotaan yang produktif, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama,” tuturnya.red•01
