Jakarta, Harian posmetro – Semangat ekonomi kerakyatan yang diwariskan Mohammad Hatta atau Bung Hatta dinilai mulai menjauh dari praktik koperasi di Indonesia saat ini. Kondisi tersebut memunculkan harapan baru agar pengelolaan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, dapat kembali berjalan sesuai dengan prinsip dasar yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Harapan tersebut mengemuka dalam deklarasi Kebangkitan Insan Koperasi Bung Hatta yang disampaikan Bung Chairul dalam pertemuan bersama wartawan di Gedung Indah Cargo, Jalan Raya Mabes Hankam Nomor 165, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2026).
Dalam keterangannya, Bung Chairul menegaskan bahwa koperasi yang dicita-citakan Bung Hatta harus berpusat pada pemberdayaan masyarakat desa sebagai pelaku utama ekonomi. Ia berharap konsep tersebut dapat menjadi acuan dalam pengelolaan koperasi modern, termasuk Koperasi Merah Putih, agar tidak menyimpang dari asas kekeluargaan dan gotong royong.
“Koperasi desa seharusnya menjadi wadah usaha bersama yang mengelola produksi dan perdagangan secara kolektif oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi idealnya melibatkan berbagai sektor produktif seperti petani, nelayan, pengrajin, pekerja jasa konstruksi, hingga pekerja pertambangan rakyat. Seluruh aktivitas tersebut harus dijalankan secara kolektif dengan semangat kebersamaan sebagai fondasi ekonomi nasional.
Bung Chairul menilai praktik koperasi saat ini cenderung bergeser dari gagasan awal Bung Hatta. Oleh karena itu, ia mendorong adanya pembenahan dalam tata kelola koperasi agar kembali berorientasi pada kepentingan anggota dan masyarakat luas.
Dalam deklarasi yang dibacakan bersama Gugus Elmo Rais, ditegaskan bahwa insan koperasi merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Mereka terdiri atas masyarakat desa dan kalangan profesional yang mengelola koperasi secara berkeadilan.
Deklarasi tersebut juga menyoroti masih tingginya tingkat kemiskinan di desa meskipun Indonesia telah merdeka lebih dari delapan dekade. Kondisi ini dinilai sebagai indikator belum optimalnya penerapan konsep koperasi berbasis ideologi ekonomi Bung Hatta.
Melalui gerakan Kebangkitan Insan Koperasi Bung Hatta, diharapkan pengelolaan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, dapat kembali menjadi instrumen utama dalam membangun ekonomi desa. Upaya ini dipandang penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menutup pernyataannya, Bung Chairul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mengembangkan koperasi yang berpihak kepada rakyat. Ia menekankan bahwa kebangkitan ekonomi nasional harus dimulai dari desa melalui koperasi yang dikelola secara transparan, kolektif, dan berlandaskan nilai-nilai yang diwariskan Bung Hatta.
