Inilah cara melihat meterai palsu Rp10.000 menggunakan metode 4D adalah dengan melakukan gerakan: Dilihat, Diraba, Digoyang dan Dijilat pada fisik meterai.
Berikut adalah panduan lengkap mempraktikkan metode 4D untuk memastikan keaslian meterai tempel Rp10.000,.
- Dilihat (Ciri Fisik)Warna Utama: Pastikan warna meterai didominasi oleh perpaduan merah muda dan magenta.Gambar Garuda: Harus terlihat jelas gambar Lambang Negara Garuda Pancasila.Tulisan Resmi: Terdapat tulisan “METERAI TEMPEL” serta teks nominal angka “10000” dan huruf “SEPULUH RIBU RUPIAH”.Nomor Seri: Memiliki 17 digit nomor seri unik yang tercetak jelas di bagian samping. Bentuk Lubang (Perforasi): Cek pinggiran meterai, terdapat tigbentuk lubang potongan yaitu bulat, oval, dan bintang.
- Diraba (Efek Kasar) Efek Cetak Timbul: Sentuh dan raba bagian angka 10000 serta tulisan teks nominalnya.Tekstur Kasar: Meterai asli menggunakan teknik cetak khusus (intaglio) sehingga area angka nominal tersebut akan terasa kesat atau agak kasar saat diraba. Jika terasa sangat mulus seperti kertas fotokopi, dipastikan itu palsu.
- Digoyang (Efek Warna & Hologram)Perubahan Warna: Gerakkan atau goyangkan meterai di bawah cahaya. Warna meterai asli akan mengalami perubahan (color shifting) dari magenta menjadi hijau.Hologram Keamanan: Goyangkan meterai untuk melihat fitur sekuriti berupa hologram berbentuk persegi panjang. Hologram asli akan memantulkan cahaya pelangi dan memuat gambar bintang, logo Kementerian Keuangan, serta tulisan “DJP”.
- Dijilat: cara yang ke empat ini sebenarnya lebih gampang dan mudah untuk mengetahui meterai itu palsu atau tidak. Jika dikasih air liur, kalau meterai palsu tidak akan menempel di kertas. Sedangkan meterai yang asli pasti menempel.
Untuk Metode ini, Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombespol Victor Dean, dan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Anton Hermawan, dapat menjelaskannya, secara rinci, tentang meterai palsu:
Dalam pengungkapannya, bahwa pengujian paling praktis dapat dilakukan hanya dengan membasahi bagian belakang kertas meterai menggunakan air liur atau air.
”Kalau dibeli lalu dikasih air liur tidak menempel, artinya palsu. Sangat simpel bagi orang awam, karena bahan kertasnya memang berbeda,” kata Anton.
Ia menjelaskan, tingkat kemiripan meterai buatan sindikat ini tergolong tinggi dan telah mencapai 98 persen dari bentuk aslinya berdasarkan hasil pemeriksaan tim teknis perpajakan.
Pelaku utama pembuatan meterai ilegal tersebut diketahui merupakan seorang residivis dalam kasus kejahatan serupa, katanya dalam jumpa pers soal pengungkapan meterai palsu di Polda Metro Jaya, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Untuk menghasilkan produk yang mendekati asli, pelaku memanfaatkan alat penekan (pressing) khusus untuk menciptakan efek timbul dan gradasi, mesin jahit manual untuk membuat perforasi lubang secara presisi per lembar, serta teknik pewarnaan khusus menyerupai sablon.
Meski tampak mirip secara kasat mata, terdapat perbedaan mendasar pada fitur keamanan hologram saat diuji menggunakan pemindai sinar ultraviolet (UV).
”Ada hologramnya, tetapi ketika disinari sinar UV dia tidak akan berpendar. Sedangkan meterai yang asli pasti berpendar,” ujarnya.
TIPS TAMBAHAN:
Hindari membeli meterai dengan harga di bawah Rp10.000 yang ditawarkan oleh pihak tidak resmi, karena meterai tempel resmi tidak pernah dijual di bawah nilai nominalnya.**
redaksi•hpm
