PURWAKARTA,Harian Posmetro — Membangun keluarga yang berkualitas bukan hanya tugas pemerintah. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan banyak pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, pemuda hingga berbagai elemen masyarakat.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan SILIKON (Sinergitas Lintas Tokoh) Bangga Kencana yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta di Aula DPPKB, Jalan Purnawarman, Kelurahan Sindangkasih, Senin (21/9/2026).
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta turut hadir dalam kegiatan tersebut. FKUB diwakili Deden Saepudin, S.Sos.I., bersama I Made Kandhi dari unsur Buddha.
Kehadiran FKUB menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas agama dan lintas tokoh dalam mendukung pembangunan keluarga di Kabupaten Purwakarta.
Kepala DPPKB Kabupaten Purwakarta, Aan, S.Pd.I., K.P., M.Si., mengatakan SILIKON dibangun sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai tokoh dan kekuatan masyarakat dalam menyampaikan edukasi tentang keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.
«“Kami ingin merangkul seluruh kekuatan yang ada di Purwakarta, baik akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya maupun seluruh stakeholder,” ujar Aan.»
Menurutnya, keluarga berencana tidak hanya berbicara mengenai jumlah anak, tetapi juga bagaimana keluarga dapat merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran sehingga orang tua mampu memberikan perhatian, pendidikan, kesehatan dan pengasuhan yang baik kepada anak.
“Bukan kita melarang mereka punya anak. Tetapi bagaimana mereka mengatur dan merencanakan agar anak yang dilahirkan benar-benar terurus,” jelasnya.
Tokoh Agama Dekat dengan Masyarakat

Dalam kehidupan masyarakat, tokoh agama memiliki kedekatan yang kuat dengan warga. Karena itu, pesan mengenai pentingnya keluarga yang sehat, harmonis dan berkualitas dapat disampaikan melalui ruang-ruang keagamaan dan kemasyarakatan.
Bagi FKUB Purwakarta, keterlibatan dalam SILIKON menjadi bagian dari semangat untuk membangun kerja bersama tanpa melihat perbedaan agama dan latar belakang.
Nilai kasih sayang, kepedulian, tanggung jawab, pendidikan anak, kesehatan dan gotong royong merupakan nilai bersama yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan menilai program keluarga berencana membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Sekarang gaung keluarga berencana agak menurun, tidak seperti zaman dulu. Karena itu, lintas sektor harus berperan dalam program keluarga berencana,” katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, tenaga kesehatan dan berbagai elemen lainnya diperlukan agar pesan tentang perencanaan keluarga semakin dekat dengan masyarakat.
Dari Kerukunan untuk Kebaikan Bersama
Kegiatan SILIKON Bangga Kencana ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama SILIKON Bangga Kencana sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana di Kabupaten Purwakarta.
Bagi FKUB Purwakarta, kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan lintas tokoh. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kepedulian dan menghadirkan manfaat bersama bagi masyarakat.
Kerukunan tidak hanya tentang bagaimana kita menghormati perbedaan. Kerukunan juga tentang bagaimana perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk bekerja bersama.
Dari keluarga yang kuat, lahir masyarakat yang kuat. Dari kepedulian yang dibangun bersama, tumbuh harapan untuk masa depan Purwakarta yang lebih baik.
FKUB Kabupaten Purwakarta Merawat Kerukunan, Menguatkan Persaudaraan, Bersinergi untuk Indonesia dan Purwakarta Istimewa. (Red)
