“Ketika Ulama dan Umaro beriringan, saling mendukung, dan saling mengisi, maka fondasi kedamaian sebuah kota akan berdiri dengan kokoh. Sebaliknya, jika komunikasi terputus, maka umat atau masyarakatlah yang akan menjadi korbannya,” ujar Walikota Syafrin.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyampaikan bahwa sinergisitas ulama dengan umaro dapat memperkuat kebersamaan masyarakat Jakarta Selatan (Jaksel).
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Halaqah Keummatan dengan ormas dan lembaga keagamaan se-Jakarta Selatan yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Selatan, di Aula Gedung Keummatan Kantor MUI Jakarta Selatan, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Kamis (24/9).
“Ketika Ulama dan Umaro beriringan, saling mendukung, dan saling mengisi, maka fondasi kedamaian sebuah kota akan berdiri dengan kokoh. Sebaliknya, jika komunikasi terputus, maka umat atau masyarakatlah yang akan menjadi korbannya,” ujar Walikota Syafrin.
Menurut Walikota, bahwasannya terdapat tiga ukhuwah utama yang menjadi fokus untuk diperkuat bersama diantaranya yakni, ukhuwah Islamiyah guna Mempererat persaudaraan antarumat Islam. Kemudian, ukhuwah Wathaniyah guna memperkuat persaudaraan kebangsaan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan yang terakhir adalah ukhuwah Syari’ah guna membangun kebersamaan dalam ikatan nilai-nilai keagamaan dan syariat.
Sementara itu, Ketua MUI Jakarta Selatan, KH Ahmad Nawawi Halim, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya kegiatan silaturahim akbar yang mempertemukan para pimpinan ormas, lembaga keagamaan dan para pejabat di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Ia berpesan kepada para ulama, ustadz, kiai, ajengan, dai, daiah, mubalig dan mubaligah di Jakarta Selatan untuk terus bergerak bersama dalam menunaikan tugas aar makruf nahi mungkar.*
redaksihpm*
