Selain penyerangan brutal berdarah terhadap warga, area bekas lapak narkoba yang telah ditertibkan petugas gabungan tersebut ludes terbakar pada Rabu malam. Polisi kini bergerak cepat mendalami dugaan unsur kesengajaan sebagai bentuk perlawanan dari jaringan bandar narkoba yang bisnisnya terusik. Foto tangkapan layar(istimewa).
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com | Rentetan aksi teror terjadi di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (14/10/2026), hanya sehari setelah jajaran kepolisian menggelar penggerebekan besar-besaran dan meratakan lapak-lapak liar penyalahgunaan narkoba.
Selain penyerangan brutal berdarah terhadap warga, area bekas lapak narkoba yang telah ditertibkan petugas gabungan tersebut ludes terbakar pada Rabu malam. Polisi kini bergerak cepat mendalami dugaan unsur kesengajaan sebagai bentuk perlawanan dari jaringan bandar narkoba yang bisnisnya terusik.
Aksi teror dimulai pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Tanggul Timur, seberang Kampung Ambon. Tiga warga yang tengah bersantai di bantaran kali mendadak diserang sekelompok orang tak dikenal yang turun dari kendaraan.
”Kami mendapatkan laporan dari warga bahwasanya sekitar pukul 16.00 WIB terjadi peristiwa pembacokan dan penembakan di Jalan Tanggul Timur, berhadapan langsung dengan Kampung Ambon,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi kepada wartawan, Rabu (14/10/2026)
Akibatnya, tiga orang mengalami luka-luka: dua korban menderita luka sabetan senjata tajam di lengan dan punggung, sedangkan satu korban tertembak di bagian telinga. Beruntung, seluruh korban berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan dalam kondisi sadar untuk memberikan keterangan awal.
Menindaklanjuti aksi brutal tersebut, tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya langsung menyisir lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari penyisiran awal, petugas mengamankan barang bukti penting berupa selongsong peluru dan satu proyektil utuh.
”Di TKP kita dapatkan dua proyektil peluru—satu yang sudah tinggal selongsongnya dan satu proyektil peluru yang masih utuh. Kita akan cek balistik peluru tersebut jenisnya apa dan berapa kalibernya untuk mengetahui pasti jenis senjata yang digunakan pelaku,” tambah Nasriadi.
Tak berhenti di situ, pada Rabu malam, area bekas lapak liar yang kemarin telah diratakan petugas justru terbakar hingga berubah menjadi puing-puing hitam. Kepolisian masih menyelidiki apakah kebakaran ini murni insiden atau sengaja dibakar.
”Kita masih lakukan proses penyelidikan, apakah ini sengaja dibakar sebagai wujud perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa penggerebekan dan penangkapan yang kita lakukan, atau memang terbakar,” tegas Nasriadi.
Kapolres Metro Jakarta Barat menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam, jika rentetan aksi ini terbukti merupakan perlawanan dari jaringan narkoba. Kepolisian berkomitmen memburu para pelaku hingga tuntas dan memastikan hukum tetap ditegakkan.
”Kalaupun itu merupakan ulah dari jaringan atau bandar narkoba yang terusik bisnisnya, kita akan cari dan kejar mereka sampai ke akar-akarnya,” tegas Nasriadi.
Ia menggarisbawahi bahwa pihak kepolisian tidak akan pernah tunduk maupun takut terhadap intimidasi dari para pelaku kejahatan narkotika.
“Kita akan terus melakukan pemberantasan narkoba sesuai petunjuk dan perintah Bapak Kapolri serta Bapak Kapolda Metro Jaya,” pungkasnya.*
redaksihpm*
