Peninjauan tersebut juga dilakukan untuk memastikan fasilitas sekolah berfungsi optimal dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. SDN Lebak Bulus 04 sebelumnya menempati bangunan yang berdiri sejak 1973, sedangkan SDN Cilandak Barat 08 yang dibangun pada 1976 mengalami kerusakan berat sebelum direhabilitasi. Sementara itu, SMPN 299 Jakarta dibangun untuk memperluas akses pendidikan SMP negeri di kawasan Lebak Bulus.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno didampingi Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim meninjau hasil rehabilitasi dan pembangunan tiga sekolah di Jakarta Selatan, yakni SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta dan SDN Cilandak Barat 08, Jumat (16/10).
Wakil Rano meminta sekolah memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui simulasi evakuasi secara berkala, terutama pada gedung bertingkat.
Peninjauan tersebut juga dilakukan untuk memastikan fasilitas sekolah berfungsi optimal dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. SDN Lebak Bulus 04 sebelumnya menempati bangunan yang berdiri sejak 1973, sedangkan SDN Cilandak Barat 08 yang dibangun pada 1976 mengalami kerusakan berat sebelum direhabilitasi. Sementara itu, SMPN 299 Jakarta dibangun untuk memperluas akses pendidikan SMP negeri di kawasan Lebak Bulus.
Selain kesiapsiagaan bencana, Wagub Rano mengingatkan pentingnya pemeliharaan rutin agar seluruh fasilitas tetap berfungsi dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengawal masa pemeliharaan serta memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah terus terjaga.
Pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta dengan nilai kontrak Rp70,49 Miliar, luas lahan 4.160 meter persegi dan luas bangunan 9.724 meter persegi. Adapun rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan biaya Rp31,42 Miliar, dengan luas lahan 2.200 meter persegi dan luas bangunan 4.529 meter persegi.
Ketiga gedung dilengkapi fasilitas penunjang, antara lain akses ramah disabilitas, lift, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau. Bangunan juga dirancang dengan memperhatikan efisiensi energi melalui panel surya, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami.*
redaksihpm*
