“Permasalahan stunting bukan hanya bersumber dari faktor ekonomi semata, melainkan juga pola asuh di masyarakat,” ujar Wakil Walikota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Wakil Walikota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan, di Ruang Gelatik Utama Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
Dalam rapat, Firmanuddin menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan stunting bukan hanya bersumber dari faktor ekonomi semata, melainkan juga pola asuh di masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan, penanganan stunting memerlukan keterlibatan aktif secara berjenjang, mulai dari tingkat Suku Dinas (Sudin) terkait, camat, lurah, puskesmas, hingga pengurus RT dan RW.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid, memaparkan, tren penanganan stunting di wilayah Jakarta Selatan terus menunjukkan perkembangan positif.
Rizky menyampaikan, target yang ditetapkan untuk Jakarta Selatan pada akhir tahun 2030 cukup masif. Berdasarkan data Sudin Kesehatan, prevalensi stunting ditargetkan turun dari sekitar 14 persen menjadi 11,2 persen.*
redaksihpm*
