12 aliran sungai di Padang Pariaman dinormalisasi darurat pascabencana hidrometeorologi. Foto udara eskavator sedang memasang karung geobag yang berisi pasir guna mengantisipasi pelebaran muara Sungai Batang Ulakan, Padang Pariaman, Sumbar pasca-bencana sebagai upaya penanganan darurat. POSMETRO.com/Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman.
|| PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 12 aliran sungai besar di daerah itu telah dilakukan normalisasi secara darurat dengan mengerahkan alat berat dari berbagai pihak sebagai upaya mitigasi dan penanganan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir tahun lalu.
“Sebagian besar kami lakukan pengerukan dan pengalihan aliran sungai, namun sifatnya masih tanggap darurat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Padang Pariaman El Abdes Marsyam di Parik Malintang, Senin, seperti dilansir ANTARA.
Ia mengatakan Padang Pariaman dialiri oleh 12 sungai besar yang seluruhnya terdampak bencana. Dari 12 sungai tersebut terdapat beberapa sungai yang mengalami dampak besar yaitu di antaranya aliran Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, dan Batang Naras.
Ia menyampaikan meskipun pengerjaan normalisasi terhadap 12 sungai tersebut telah selesai untuk kondisi yang mengalami kerusakan sedang dan ringan namun untuk kerusakan skala besar belum dapat dilakukan secara maksimal.
Ia menyebutkan banyak pihak yang terlibat dalam penanganan sungai terdampak bencana tersebut mulai dari Pemkab Padang Pariaman dengan menyewa alat berat dan provinsi Sumbar, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra hingga rekanan.
“Semuanya kami telah kami tangani dengan baik, bahkan juga aliran Sungai Batang Atokan, karena alirannya juga mengalir di wilayah Padang Pariaman,” katanya.
El mengatakan pihaknya telah dihubungi oleh BWS terkait dengan aliran sungai yang mengalami kerusakan berat salah satunya Batang Anai akan ditangani segera.
Saat ini, kata dia ekskavator dari BWS Sumatra V sedang melakukan pemasangan pembatas tebing muara Sungai Batang Ulakan dengan menggunakan karung geobag.
Padang Pariaman, lanjutnya juga sudah dikunjungi oleh Balai Teknik Sungai Solo yang khusus menangani aliran sungai. Badan tersebut, lanjutnya telah melakukan kajian untuk melihat goresan-goresan air sungai pada tepian untuk menentukan jenis kontruksi tepian yang akan digunakan.
“Jadi penanganannya tergantung dari kajian yang telah dilakukan,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan pihaknya akan terus berupaya memperbaiki dampak bencana hidrometeorologi dengan meminta bantuan dari berbagai pihak.
Ia menyampaikan Pemkab Padang Pariaman terus mengupayakan mencari solusi jangka panjang dalam penanganan bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun, lanjutnya penanganan memerlukan sinergi antar pemerintah dan masyarakat.
[Padang Pariaman, Maret 2026/®redaksi harian posmetro.com]
