JAKARTA, Harianposmetro.com – Penyanyi Anggun C Sasmi dikenal bukan hanya melalui karya musiknya, tetapi juga dengan ciri khas penampilannya yang konsisten, terutama rambut panjang berwarna hitam.
Bagi Anggun, mempertahankan ciri khas bukan sekadar soal penampilan. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip untuk tetap menjadi diri sendiri dan menjalani sesuatu yang diyakini dengan jujur.
“Aku dari dulu selalu pertahankan ciri khas. Karena waktu pertama kali keluar dari Indonesia, yang selalu aku ingin jaga adalah ciri khas dan ciri khas perempuan di Indonesia adalah rambut panjang,” ungkap Anggun ketika diwawancara awak media, pada Minggu, 20 September 2026, di Jakarta.
Terkait model rambut, Anggun mengatakan, dirinya melihat perempuan di Barat cenderung lebih sering berganti gaya rambut, makeup, maupun gaya bermusik.
Namun, ia justru memilih untuk tetap mempertahankan karakter yang sudah melekat pada dirinya.
“Dari dulu memang sudah punya ciri khas. Kalau di Barat, perempuan-perempuannya suka ganti gaya rambut, makeup, atau gaya musik. Salahnya aku tidak,” lanjut Anggun.
Anggun mengibaratkan prinsip tersebut seperti kebiasaannya memilih restoran. Ia senang mencoba sesuatu yang baru, tetapi pada akhirnya cenderung kembali ke tempat yang sudah disukainya.
“Aku tuh tipenya begitu. Contohnya datang ke satu restoran yang aku suka. Ya sudah aku ke sana lagi. Senang sih coba-coba yang lain, tapi cenderungnya ke tempat yang aku suka aja.”
Menurut Anggun, konsistensi terhadap sesuatu yang diyakini bukan sebuah usaha untuk mempertahankan citra. Ia justru merasa menjalani semuanya secara alami karena tidak berusaha menjadi orang lain.
“Intinya aku tuh selalu menjunjung tinggi sesuatu yang sudah aku percayai. Yang sampai aku menjalankan dengan jujur, dengan senang hati. Jadi buat aku malah bukan effort, bukan usaha. Karena kan kita tidak membohongi diri sendiri. Tidak menjadi orang lain,” ujar ibunda Kirana Cipta Montana Sasmi (19).
Rambut Hitam Jadi Ciri Khas
Salah satu ciri khas yang dipertahankan Anggun adalah warna rambut. Ia mengaku tidak pernah mewarnai rambut dan memilih mempertahankan warna rambut aslinya.
“Warna rambut memang selalu dipilih hitam. Sama sekali nggak diwarnai, ini asli,” katanya.
Sedangkan untuk urusan perawatan, Anggun juga mengaku tidak terlalu sering melakukan perawatan di salon. Ia menyebut rutinitas perawatan rambutnya tergolong sederhana.
“Aku ke salon cuma di Indonesia. Di Indonesia kan kita bisa creambath. Nah, waktu Pantene mengeluarkan hair mask, aku bawa ke Paris. Aku bisa creambath sendiri. Jadi setiap seminggu sekali aku pakai. Dan aku orangnya sangat low – maintenance,” lanjut Anggun yang sudah sejak lama menjadi Brand Ambassador produk perawatan rambut tersebut.

Masih Pertahankan Perawatan Tradisional Jawa
Sebagai perempuan Jawa, Anggun juga masih memiliki kedekatan dengan perawatan tradisional yang dikenalnya sejak kecil.
Ia mengingat bagaimana orang tuanya dahulu memberikan jamu tradisional ketika dirinya masih kecil.
“Waktu kecil aja sering dikasih jamu-jamu tradisional. Sekarang pun kalau pulang ke Indonesia, badan lagi nggak enak, langsung dikasih jamu. Tapi alhamdulillah nya aku tipe orang yang jarang sekali jatuh sakit. Mungkin karena waktu kecil sudah dikuatkan dengan jamu oleh Bapak,” papar anak penulis Darto Singo itu , seraya tertawa.
Sebagai ibu, Anggun juga tidak memaksakan gaya tertentu kepada anaknya, Kirana.
“Tapi ternyata dia diam-diam terinspirasi dari gaya rambut ibunya. Rambutnya juga panjang, belah tengah. Saat di Jakarta, dia suka culik vitamin ampul untuk rambut. Hahaha,” kata Anggun.
Pendidikan Jawa Jadi Pegangan Hidup
Anggun juga berbicara mengenai bagaimana pola pendidikan yang diterimanya dari orang tua, terutama sang ayah, masih menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan.
“Ya sebagai perempuan, kita juga punya filter sendiri. Apalagi jadi ibu. Sebagai orang Jawa, ke mana-mana yang kebawa bagaimana cara orang tua dulu mendidik aku. Hal itu menjadi pegangan hidupku,” papar pelantun Snow on the Sahara, ini.
Meski begitu Anggun mengaku tidak tahu hal apa yang identik Jawa dari dirinya.
Dirinya hanya berusaha menjalani saja yang menjadi kesehariannya sejak kecil.
“Setiap kali aku berbicara, berkultur atau melakukan sesuatu, itu semua merupakan produksinya orang tua. Orang tuaku terutama bapak, mempunyai beberapa koleksi buku dari berbagai filsuf. Aku gak tau, mungkin dari orang Mesir atau lainnya. Jadi kita semua gak tau, yang penting kita melakukan sesuatu sejujur mungkin dan sebaik mungkin,” urai putri penulis Darto Singo, ini.
Pesan Ayah Anggun: Jangan Pernah Lupa Diri
Salah satu pesan dari sang ayah yang paling melekat bagi Anggun adalah untuk tidak melupakan diri sendiri ketika berada di lingkungan baru.
“Yang sampai sekarang melekat pola didik Jawa saat aku berangkat keluar, Bapak berpesan jangan pernah lupa diri.”
Pesan tersebut menjadi relevan ketika Anggun memutuskan berkarier di luar Indonesia. Meski sudah memiliki popularitas sebagai penyanyi di Tanah Air, ia menyadari bahwa status tersebut tidak otomatis berlaku ketika berada di negara lain.
“Dengan status selebritasku sebagai penyanyi yang lumayan terkenal di sini, ternyata gak ada apa-apa di sana, orang gak tau siapa aku. Jadi aku mulai lagi dari nol,” kenang wanita kelahiran, Jakarta, 29 April 1974.
Kini, setelah kembali membangun karier dan dikenal di berbagai tempat, Anggun mengatakan dirinya tidak menjadikan pencapaian sebagai satu-satunya hal yang dilihat setiap hari.
“Hingga kini sudah terkenal lagi. Bangun tiap hari nggak melihat apa saja achievement yang sudah aku lakukan,” ujarnya.
Pilih Tinggal di Jakarta Dekat dengan Anak
Kehidupan keluarga juga menjadi pertimbangan Anggun dalam menentukan tempat tinggal. Ketika Kirana memilih melanjutkan pendidikan di Melbourne, Anggun memutuskan mengambil rumah di Jakarta.
“Arah kedepannya aku gak tau, jadi buat aku gini, semenjak Kirana memutuskan kuliah di Australia langsung ambil rumah di Jakarta. Tadinya kan bolak balik Paris-Indonesia. Tapi sekarang lebih mudah dari Indonesia ke Australia. Aku bisa berangkat malam, pagi sudah sampai disana,” kata Anggun.
Anggun mengatakan keputusan tersebut juga berkaitan dengan kondisi di Eropa yang menurutnya membuat Kirana tidak lagi merasa nyaman tinggal di sana.
Mempunyai anak yang sudah beranjak dewasa, sebagai ibu, Anggun juga memberikan bekal kepada Kirana agar mampu menjaga dirinya dalam menjalani kehidupan.
Ia mengibaratkan berbagai pengalaman yang ditemui seseorang seperti sesuatu yang perlu disaring, dengan hal yang tidak diperlukan harus segera ditinggalkan.
Menurut Anggun, seseorang sebaiknya tidak mempertaruhkan dirinya hanya karena terlalu terbawa pengaruh orang lain.
Ia juga memberikan nasihat kepada Kirana ketika sang anak mulai mengenal hubungan asmara.
“Dia mulai pacaran. Dia suka bilang aku susah nyari soulmate. Aku nasehati dengan cara yang ringan. Aku bilang, ga susah. Itu normal aja. Kamu mungkin harus ketemu dengan beberapa kodok. Sebelum ketemu Prince Charming-nya kan. Gak apa-apa. Jalanin aja,” ujar Anggun yang terkenal lewat lagu Mimpi dan Tua – Tua Keladi.
“Saya Bisa Hidup di Mana Saja”
Keputusan tinggal di Jakarta setelah Kirana memilih kuliah di Melbourne juga membuat Anggun melihat kembali perjalanan hidupnya.
Ketika ditanya apakah keputusan tersebut seperti jalan yang sudah ditentukan, Anggun mengaku tidak terlalu memikirkannya.
“Ya mungkin ya. Aku gak mikir ini sih. Aku sekarang mikirnya gini, aku bisa hidup di mana aja. Yang penting ada suamiku, ada anakku.
Aku ingin tetap berada cukup dekat dengan anak dan mengetahui kondisinya.
Atau aku gak terlalu jauh dari anak. Antara aku tahu anakku. Oke, baik-baik aja. Dan aku merasakan hal itu sekarang,”paparnya.
Menurut Anggun, pengalaman tinggal di luar negeri justru membuatnya semakin memahami Indonesia.
“Banyak orang yang selalu bilang kan… Kenapa pulang ke Indonesia?” ujar Anggun, menirukan.
Ia bahkan mengaitkan pengalamannya tersebut dengan fenomena “kabur aja dulu” yang sempat ramai dibicarakan.
“Lu gak tau di luar kayak gini. Terus dia gitu kan… Oh Mbak, kan ada tuh hashtag kabur aja dulu. Kan gue udah kabur dulu. Dan udah lihat di luarnya kayak gini. Ternyata di sini jauh lebih oke,” renung Anggun.
Masih Punya Banyak Target
Di tengah perjalanan karier yang sudah panjang, Anggun mengaku masih memiliki banyak tujuan yang ingin dicapai.
“Oh goal-nya masih banyak. Tapi kadang aku mengucapkannya hanya ke diri sendiri.”
Salah satu hal yang sempat dijalani Anggun adalah dunia akting. Namun, menurutnya, keputusan tersebut bukan berarti dia akan meninggalkan musik.
“Nggak, justru akting kemarin. Aku hanya sedang mencoba hal baru saja. Ini bukan berubah aliran atau berubah haluan, tapi lebih mengepakan sayap lebih luas lagi. Jadi aku tidak meninggalkan musik. Tapi aku memberi satu kesempatan lain ke diri sendiri,” ujarnya.
Anggun mengaku sebelumnya tidak pernah memiliki cita-cita menjadi aktris. Bahkan, ia sempat merasa takut untuk mencoba akting.
Setelah mencoba akting, Anggun melihat pengalaman tersebut sebagai tantangan baru yang sesuai dengan karakter dirinya yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Ia justru menikmati ketika mendapatkan tantangan baru karena membuatnya memiliki pekerjaan rumah untuk dipelajari.
“Jadi kepinginan selalu dapet challenge baru. Kalo aku dikasih satu challenge… Wah seneng. Jadi ada PR kan? Kalo ada PR kan berarti ada riset gitu,” lanjut Anggun.
Anggun bahkan memandang rasa tidak nyaman sebagai sesuatu yang penting bagi seorang seniman.
“Buat aku seniman itu gak boleh berada di zona nyaman. Nggak boleh kaya-raya. Gak boleh comfortable. Karena kalo seniman itu comfort… Itu tandanya udah mati,” ujar Anggun, serius.
