Jakarta,2 Mei 2025— Sebuah terobosan dalam terapi anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) kini hadir melalui Modul Social Behavior Analysis Therapy (SOBAT), yang dikembangkan oleh dr. Julita Lea Lestari, MBA, ACAS, CAPT, CH, CHt, SAP-K. Modul ini diperkenalkan dalam Sidang Promosi Doktor Ilmu Psikologi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I Jakarta, dengan dukungan para akademisi dan pakar psikologi.
Modul SOBAT menawarkan pendekatan terapi berbasis keluarga, yang melibatkan orang tua sebagai mentor aktif dalam proses terapi. Berbeda dari metode konvensional, modul ini memungkinkan latihan keterampilan sosial dilakukan secara konsisten di rumah, memperkuat hasil terapi di luar sesi formal.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengikuti terapi menggunakan Modul SOBAT mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan sosial, yang bertahan hingga satu bulan setelah terapi selesai. Hal ini menunjukkan dampak jangka panjang dan efektivitas metode ini.
Keunggulan lainnya, Modul SOBAT dapat diakses secara daring, menjadikannya solusi inklusif bagi keluarga di wilayah dengan keterbatasan layanan terapi. Modul ini juga berpotensi diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah inklusif, memperluas dampak positifnya di lingkungan pendidikan.
“Modul SOBAT adalah bentuk pemberdayaan orang tua dan solusi nyata bagi keluarga yang selama ini kesulitan mengakses layanan terapi berkualitas,” ujar dr. Julita Lea Lestari dalam sidang disertasinya.
Untuk memperluas manfaatnya, dibutuhkan dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Pelatihan daring serta integrasi di pusat-pusat layanan disabilitas menjadi langkah strategis selanjutnya.
Dengan hasil yang terbukti, Modul SOBAT diharapkan dapat menjadi standar terapi inklusif dan efektif bagi anak-anak dengan autisme di Indonesia.
