May 11, 2026

Panggung Seni Budaya Nusantara Tampilkan Ragam Tari dan Musik Tradisional dari Seluruh Indonesia

Jakarta – HarianPosMetro, Dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan 2025, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar acara Panggung Seni Budaya Nusantara di halaman Museum Serangan Umum 1 Maret, Kota Yogyakarta. Acara ini menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia melalui pertunjukan tari, musik, dan seni tradisional lainnya.

Dengan mengusung tema “Keberagaman Budaya Nusantara”, kegiatan ini melibatkan partisipasi dari 23 Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Setiap daerah menampilkan kesenian khas yang mewakili nilai-nilai budaya dan tradisi setempat.

Rangkaian pertunjukan diawali dengan penampilan musik Keroncong Stambul dari BPK Wilayah V yang mencakup Provinsi Jambi dan Bangka Belitung.
Alunan musik klasik ini menghadirkan nuansa nostalgia yang kental dengan budaya Melayu dan kolonial.

Dari Jawa Timur, BPK Wilayah XI mempersembahkan Tari Jaranan Tril “Ananda Warih”, sebuah tarian dinamis yang menggambarkan semangat dan energi masyarakat agraris di pesisir timur Pulau Jawa.
Sementara itu, BPK Wilayah XVI dari Nusa Tenggara Timur membawakan Tari Wua Ta’a, yang menceritakan pertemuan tiga perempuan dari latar budaya berbeda di Pulau Flores sebagai simbol harmoni dan keberagaman.

Keindahan budaya Kalimantan juga turut hadir melalui Tarian Tidayu dari BPK Wilayah XII, Kalimantan Barat.
Tarian ini menggabungkan unsur budaya Tionghoa, Dayak, dan Melayu, yang mencerminkan toleransi dan keharmonisan antar-etnis di provinsi tersebut.

Selain pertunjukan tari, acara ini juga menampilkan seni bela diri dan musik tradisional dari berbagai daerah, seperti pencak silat, debus, dan kolintang, yang memperkaya suasana panggung dengan semangat nasional dan kebersamaan.

Sebagai penutup, BPK Wilayah X (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) menampilkan kolaborasi spektakuler Tari Ramayana dan Fire Dance, yang memadukan unsur tradisional dan modern dalam kemasan teatrikal yang memukau penonton.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kebudayaan 2025, yang juga mencakup karnaval budaya, pameran warisan budaya, seminar, dan lokakarya kriya di berbagai lokasi di Yogyakarta.
Tujuannya adalah memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Melalui peringatan Hari Kebudayaan, Kemendikbudristek berupaya memperkuat posisi kebudayaan sebagai pilar pembangunan nasional sekaligus menegaskan identitas bangsa Indonesia.
Keberagaman seni dan tradisi yang ditampilkan dalam ajang ini menjadi cerminan nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu jua. mnp