Kepedulian Nyata Polri dalam Menjaga Masa Depan Pendidikan Anak Terkendala Ekonomi
VIRAL di media sosial sebuah video memperlihatkan seorang anak laki-laki menangis histeris kepada ayahnya karena tidak bisa bersekolah.
Anak itu bernama Galang Rawadang yang saat ini duduk di bangku kelas 5, SDN 2 Wakai, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una. Video viral pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Ripson Son yang mengaku sebagai ayah kandung Galang dengan memperlihatkan kenyataan pahit yang harus dihadapi keluarga kecil itu.
Penyebab utama Galang tidak bersekolah di SDN 2 Wakai Kabupaten Tojo Una-Una adalah kondisi ekonomi keluarganya yang saat ini terpuruk hingga akhinya tak bisa melanjutkan sekolah anaknya.
Sang ayah yang menjadi satu-satunya tulang punggung, kini tidak bisa lagi bekerja, ayahnya yang mengalami kelumpuhan membuat keluarga mereka berada dalam kondisi rentan tanpa penghasilan.
Selain tidak bisa bersekolah, hari-hari Galang juga tak sama seperti anak-anak seumurannya yang menghabiskan waktu dengan bermain. Galang menjalani hari dengan merawat sang ayah yang sedang menderita kelumpuhan.
Merengek dan menangis sejadinya tak dapat dibendung lagi. Karena kondisi ekonomi, sang ayah yang kondisi lumpuh, menyuruhnya untuk berhenti melanjutkan sekolah. Namun si anak tak terima. Karena ia ingin sekolah setinggi-tingginya.
Beruntung ada polisi yang tanggap dan respek. Respon cepat Polres Tojo Una-Una terhadap viralnya video Galang Ramadhan (12), siswa SD di Sulawesi Tengah yang menangis karena terancam putus sekolah, menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mengedepankan nilai kemanusiaan.
Galang, yang diminta berhenti sekolah oleh ayahnya, Rikson Lawadang, akibat kondisi lumpuh dan kesulitan ekonomi, kini dapat melanjutkan pendidikannya berkat intervensi Kapolres Tojo Una-Una AKBP Ridwan Jason Maruli Hutagaol.
Polres Tojo Una-Una tidak hanya menanggung seluruh biaya pendidikan Galang hingga lulus, tetapi juga memberikan bantuan konkret berupa seragam sekolah, alat tulis, dan paket sembako melalui Kapolsek Una-Una AKP Mustarim Abbas. Langkah ini memastikan Galang belajar tanpa hambatan ekonomi.
Kapolres Ridwan juga secara khusus mengimbau lingkungan sekolah dan masyarakat untuk melindungi Galang dari potensi perundungan serta mendukung penuh pendidikannya.
Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. selaku Irwasum Polri menegaskan bahwa aksi ini merefleksikan jiwa pelayanan Polri. “Setiap personel harus menggunakan hati nurani dalam melayani masyarakat, terutama yang membutuhkan. Bantuan sekecil apapun adalah bentuk kehadiran nyata Polri untuk rakyat,” tegasnya.
Polri mengajak masyarakat berkolaborasi melaporkan kasus serupa melalui hotline 110. Kepedulian kolektif adalah kunci masa depan anak Indonesia,” ujar Irwasum Polri.
Aksi ini mencerminkan prinsip Noblesse Oblige – kehormatan pangkat yang diimbangi tanggung jawab sosial dalam keterangan tertulisnya(15/6/25).
[Tojo Una Una, 15 Juni 2025| Redaksi HARIAN POSMETRO.com]
