Kesalahan penempatan bendera Indonesia dan Vietnam pada grafik resmi SEA Games 2025 menuai protes luas dan memunculkan pertanyaan soal ketelitian panitia penyelenggara. (Sumber : SEA Games 2025 via Tuoitre)
Jakarta, Harian PosMetro – Kesalahan penempatan bendera negara di situs resmi SEA Games 2025 memicu kehebohan. Bendera Indonesia justru digantikan bendera Laos, sementara Vietnam ditampilkan dengan bendera Thailand. Insiden ini langsung menuai reaksi keras dari publik dan suporter.
Kesalahan penempatan bendera negara pada grafik resmi SEA Games 2025 memicu kehebohan besar di ruang publik. Dalam jadwal pertandingan futsal dan sepak bola putri yang dirilis panitia, bendera Indonesia justru digantikan oleh bendera Laos, sementara Vietnam ditampilkan dengan bendera Thailand. Visual ini seharusnya menjadi acuan utama bagi para penonton dan peserta, sehingga kekeliruannya langsung menarik perhatian.
Insiden ini melibatkan dua negara peserta, yakni Indonesia dan Vietnam, yang merasa dirugikan oleh ketidaktelitian panitia penyelenggara di Thailand. Publikasi yang seharusnya sudah melalui proses verifikasi justru menunjukkan kelemahan dalam supervisi dan pengecekan akhir. Kesalahan itu muncul saat jadwal untuk 4 Desember 2025 diunggah ke situs resmi SEA Games, menjadikannya blunder yang tersebar luas dalam waktu singkat.
Sejumlah media Thailand melaporkan bahwa masalah ini berakar pada kelalaian dalam tahap desain grafis dan minimnya pengawasan sebelum rilis. Dugaan unsur kesengajaan juga muncul dari warganet, sebab kasus serupa pernah terjadi pada event lain yang digelar di Thailand dengan melibatkan Vietnam. Hal tersebut memunculkan pertanyaan lebih lanjut tentang konsistensi panitia dalam menjaga akurasi identitas negara peserta.
Respons publik pun mengalir deras. Suporter Indonesia dan Vietnam memenuhi media sosial dengan kritik terhadap profesionalitas penyelenggara. Banyak yang menilai bahwa kesalahan seperti ini tidak seharusnya terjadi pada ajang olahraga regional yang membawa identitas nasional masing-masing negara. Media lokal Thailand bahkan menilai insiden tersebut dapat mencoreng reputasi tuan rumah dan menurunkan kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan SEA Games 2025. mnp
