Jakarta, Harian Posmetro, – Universitas Medika Suherman kembali meluluskan ratusan tenaga kesehatan dalam prosesi wisuda Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) yang digelar pada Selasa (tanggal menyesuaikan). Sebanyak 475 wisudawan dari 10 program studi resmi dikukuhkan, mencakup jenjang sarjana hingga profesi.
Kegiatan wisuda ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Ketua Yayasan Universitas Medika Suherman, Dr. drg. Eddy Suharso, SH., M.Kes., Rektor Universitas Medika Suherman, Dr. Triseu Setianingsih, SKM., MKM., hingga Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Deny Alamsah, SP., M.Si.
Dalam sesi wawancara, Rektor Universitas Medika Suherman, Dr. Triseu Setianingsih, menyampaikan bahwa kualitas lulusan tahun ini menunjukkan hasil yang sangat membanggakan, baik dari sisi akademik maupun uji kompetensi nasional.

“Kalau dilihat dari pencapaian IPK, alhamdulillah melebihi standar rata-rata kelulusan. Ada yang mencapai 3,9 sampai dengan IPK 4. Selain itu, bukan hanya dari IPK, tetapi juga dari uji kompetensi nasional. Rata-rata kelulusan ada yang 100 persen lulus di ujian pertama, dan untuk kebidanan dan keperawatan lebih dari 98 persen tingkat kelulusannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan Universitas Medika Suherman tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing secara profesional di dunia kerja.
Di tengah perkembangan teknologi, khususnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), Dr. drg. Eddy Suharso, SH., M.Kes., juga mengingatkan para lulusan agar mampu menyikapi teknologi secara bijak.
“AI ini harus disikapi secara bijak karena seperti pisau bermata dua. Bisa memberikan manfaat, tapi juga bisa menimbulkan masalah jika tidak digunakan secara bijaksana. Informasi dari AI itu perlu disaring, karena tidak semuanya 100 persen benar. Jangan sampai mahasiswa Universitas Medika Suherman menyerap informasi yang salah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Universitas Medika Suherman, Dr. drg. Eddy Suharso, menekankan pentingnya peran alumni sebagai agen perubahan di bidang kesehatan.
“Harapan kami tentunya alumni ini menjadi agen perubahan, perubahan yang baik bagi kesehatan, baik bagi dirinya sendiri, keluarganya, maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga derajat kesehatan Indonesia ke depan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Deny Alamsah, SP., M.Si. Ia berharap para lulusan mampu mengaplikasikan keilmuannya secara nyata di tengah masyarakat.
“Harapannya mereka bisa mengaplikasikan profesinya, baik perawat, bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya. Mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai Universitas Medika Suherman,” ujarnya.
Selain itu, pihak kampus juga mendorong para wisudawan untuk terus mengembangkan diri setelah lulus.
“Lulusan ini diharapkan menjadi pribadi yang adaptif, tangguh, dan peka terhadap perubahan. Tidak berhenti pada jenjang pendidikan sekarang, tetapi terus meningkatkan ilmu, baik melalui pendidikan formal maupun seminar dan pelatihan agar tetap relevan di masyarakat,” tambahnya.
Dengan kelulusan ratusan tenaga kesehatan ini, Universitas Medika Suherman optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia di masa depan. (Abud)
