PURWAKARTA, Harian Posmetro — Perjalanan panjang di dunia musik ekstrem terus dilakoni Marsetish, band black metal asal Kabupaten Purwakarta yang telah berdiri sejak 2003. Lebih dari dua dekade berkarya, grup ini masih menunjukkan semangat yang sama untuk menjaga eksistensi sekaligus membawa nama Purwakarta ke berbagai panggung musik nasional.
Setelah sebelumnya tampil dalam gelaran JBM (Jakarta Black Metal) di Ibu Kota, Marsetish kini kembali mendapat kesempatan untuk unjuk kemampuan di hadapan para pencinta musik black metal. Mereka dijadwalkan tampil di Kota Bogor, Jawa Barat, pada 11 Oktober 2026, bersama sejumlah band black metal papan atas Indonesia.
Bagi Marsetish, setiap panggung bukan sekadar kesempatan untuk bermain musik. Lebih dari itu, penampilan mereka menjadi ruang untuk memperkenalkan karya, mempertahankan semangat bermusik, sekaligus menunjukkan bahwa musisi dari daerah mampu bersaing dan ikut mewarnai perjalanan skena musik ekstrem di Tanah Air.
Marsetish saat ini diperkuat Acoh sebagai gitaris sekaligus leader, Boyang pada vokal, Dathuck sebagai basis, Vivi pada drum, serta Ntuy yang mengisi bagian melodi.
Selama perjalanan kariernya, Marsetish telah menyambangi berbagai daerah dan tampil di sejumlah panggung musik ekstrem, mulai dari Bali, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bekasi, Depok hingga Indramayu.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dan kecintaan terhadap musik mampu menjaga sebuah band tetap bertahan. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan tren musik, Marsetish memilih tetap berjalan dengan identitas dan karakter musik yang telah mereka bangun sejak awal berdiri.
Kini, Kota Bogor menjadi tujuan berikutnya. Dengan membawa semangat dan energi khas black metal, Marsetish siap kembali menghentak panggung sekaligus membawa nama Purwakarta di tengah geliat skena musik ekstrem nasional.
Bagi para personel, perjalanan ini bukan hanya tentang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang menjaga mimpi yang telah mereka rawat selama lebih dari 20 tahun.
Dari Purwakarta, Marsetish terus melangkah. Menembus panggung demi panggung, menjaga musik tetap hidup, dan membuktikan bahwa semangat berkarya tidak mengenal batas usia maupun daerah. (Red)
