“Musim kemarau panjang ini harus kita jadikan momentum persiapan dan mitigasi banjir, pengecekan saluran lingkungan, saluran penghubung, hingga pembuangan air di jalan raya harus dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menekankan pentingnya mitigasi banjir hingga penataan kawasan secara komprehensif di wilayah Kecamatan Tebet.
Hal tu disampaikan Walikota Syafrin saat memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Kecamatan Tebet di Kantor Kecamatan Tebet, Senin (31/8/2026).
Untuk mitigasi banjir, Syafrin meminta pengerukan dan evaluasi kapasitas pada 14 saluran penghubung di wilayah Tebet agar menjadi prioritas. Hal tersebut dilakukan guna menampung debit air serta kiriman luapan Kali Ciliwung.
“Musim kemarau panjang ini harus kita jadikan momentum persiapan dan mitigasi banjir, pengecekan saluran lingkungan, saluran penghubung, hingga pembuangan air di jalan raya harus dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
Ia menuturkan, untuk penataan kawasan komprehensif, perhatian ditujukan pada aksesibilitas pejalan kaki. Dalam hal ini, Kecamatan Tebet mengusulkan perbaikan trotoar di sepanjang kawasan Tebet Raya hingga Gelael, serta jalur Stasiun Manggarai menuju Kampus UGM Saharjo yang saat ini dinilai sempit dan membahayakan pejalan kaki.
“Penataan kawasan Stasiun Tebet yang dilintasi sekitar 12 ribu penumpang harian juga diusulkan agar lebih tertata dan ramah bagi pengguna transportasi publik,” ucapnya.
Dalam hal pengelolaan lingkungan, Syafrin mengapresiasi capaian pengurangan sampah di Kecamatan Tebet yang telah mencapai 44,8 persen.
Sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, penanganan sampah ditargetkan menyasar seluruh populasi rumah tangga dengan mendorong perubahan pola pikir dari angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah-manfaat.
“Setiap lurah di Kecamatan Tebet saya minta mengidentifikasi minimal tiga hingga lima persoalan di wilayahnya setiap bulan. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bersinergi agar setiap permasalahan tuntas secara efektif,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Tebet, Putut Puji Linangkung, berharap, kawasan Tebet dapat dikolaborasikan dengan berbagai pihak, agar memiliki area yang tertata sehingga lebih nyaman. Untuk para PKL-nya sendiri, nantinya diharapkan bisa dibina oleh Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
“Harapan ke depan, Tebet ini bisa menjadi model atau contoh bagi wilayah-wilayah lain, khususnya di Jakarta Selatan. Perubahan kawasan ini menjadi area usaha komersial, terutama sebagai kawasan kuliner, telah menarik banyak orang untuk makan dan berkumpul di sini,” tandasnya.
redaksihpm•01
