Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, berharap masyarakat bisa mulai berdonasi dari hal-hal kecil tanpa harus menunggu punya tabungan banyak. Jika dilakukan secara bersama-sama kontribusi kecil tersebut akan bermanfaat besar.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, membuka bulan palang merah Indonesia ( PMI ) Jakarta Selatan, di ruang rapat Antasari kantor Walikota Administrasi Jakarta Selata, mengusung semangat Gotong-royong.
Penggalangan dana kemanusian ini ditargetkan menghimpun dana senilai Rp 9 Miliar terhitung mulai 1 September hingga 30 November 2026, Senin ( 31/8/2026).
Syafrin Liputo mengatakan, seluruh elemen masyarakat, aparatur Sipil Negara(ASN), hingga pelaku usaha diminta untuk aktif berkontribusi. Sebab dana yang terkumpul menjadi modal penting bagi respon cepat bencana, baik di wilayah Jakarta Selatan maupun daerah lain di Indonesia.
“Untuk memaksimalkan pencapaian target, penarikan donasi Tahun ini memanfaatkan teknologi digital secara optimal melalui Quick response code Indonesia Standard (Qris). Dengan Qris seluruh transaksi dapat dimonitor secara langsung dan dana yang terkumpul segera masuk ke rekening resmi,” ujarnya.
Ia berharap, masyarakat bisa mulai berdonasi dari hal-hal kecil tanpa harus menunggu punya tabungan banyak. Jika dilakukan secara bersama-sama kontribusi kecil tersebut akan bermanfaat besar.
“Bantuan kita sangat nyata melalui Bulan Dana PMI ini. Kemarin bencana kereta api, Aceh, NTT dan lainnya PMI selalu hadir untuk masyarakat. Maka itu, mari sama-sama kita optimalkan penggalangan Bulan Dana PMI Jakarta Selatan tahun 2026,” imbuhnya.
Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani, meyakini, bahwa Jakarta Selatan memiliki potensi besar untuk mencapai dan melampaui target tersebut. Terlebih dengan adanya dukungan kepemimpinan baru di tingkat Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
“Bulan Dana merupakan roh bagi PMI. Donasi dari masyarakat akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan melalui proses audit oleh akuntan publik sebelum manfaatnya dikembalikan lagi kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bulan Dana PMI Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, menyampaikan optimisme tinggi atas keberhasilan program tahun ini. Hal tersebut didasari oleh rekam jejak capaian tahun sebelumnya yang melampaui target. Pada tahun 2025, Bulan Dana PMI Jakarta Selatan berhasil mengumpulkan Rp9.024.842.267, atau setara 100,28 persen dari target yang ditentukan.
“Selain sistem pembayaran QRIS, media penggalangan dana konvensional seperti map list, amplop, proposal, dan kupon bernominal Rp2 ribu hingga Rp20 ribu, tetap disebar melalui instansi pemerintah, BUMD, BUMN, swasta, serta lembaga pendidikan,” tambahnya.
redaksihpm•01
