Gedung tersebut dirancang ramah disabilitas untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, antara lain melalui penyediaan toilet khusus disabilitas dan lift untuk memudahkan mobilitas peserta didik dengan keterbatasan fisik.
JAKARTA, HARIAN POSMETRO.com || Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pemulihan sarana pendidikan dengan membangun kembali SD Negeri Kebayoran Lama Selatan (Keblamsel-red) 09 dan SD Negeri 11.
Pembangunan kedua sekolah ditandai dengan groundbreaking oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, Selasa (29/9/2026). Pada kesempatan itu, turut hadir Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo.
Kedua sekolah akan berada dalam satu bangunan empat lantai dengan kapasitas 24 ruang kelas dan sejumlah ruang penunjang. Gedung tersebut dirancang ramah disabilitas untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, antara lain melalui penyediaan toilet khusus disabilitas dan lift untuk memudahkan mobilitas peserta didik dengan keterbatasan fisik.
Pembangunan ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun dan rampung pada Agustus 2027. Proyek ini dilaksanakan PT Wisma Nusantara International sebagai bagian dari pemenuhan kontribusi kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dengan total nilai pembangunan lebih dari Rp50 miliar.
“Pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup parah, sekaligus memastikan anak-anak Jakarta mendapat tempat belajar yang aman dan layak,” ujar Wagub Rano.
Ia mengapresiasi dukungan dunia usaha dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, DPRD, dan perangkat daerah diperlukan untuk mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan yang berkualitas.
Wagub Rano juga meminta pelaksana memperhatikan kondisi lokasi pembangunan yang memiliki akses relatif terbatas. Mobilisasi material, termasuk saat pemasangan tiang pancang, perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketepatan waktu.
“Saya memberikan satu catatan, kalau kita melihat teritori ini, mungkin punya tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Saya membayangkan pada waktu loading barang, tentu ketepatan waktu harus menjadi pegangan, tetapi juga harus hati-hati karena akses masuk cukup kecil,” tuturnya.
Wagub Rano mengatakan, kedua sekolah berada dalam satu kawasan dengan luas tanah sekitar 5.235 meter persegi. SDN Kebayoran Lama Selatan 09 memiliki sekitar 270 peserta didik, sedangkan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 menampung 152 peserta didik.
Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar direlokasi sementara. Peserta didik SDN Kebayoran Lama Selatan 09 belajar di SDN Pondok Pinang 05, sedangkan peserta didik SDN Kebayoran Lama Selatan 11 mengikuti pembelajaran di SDN Kebayoran Lama Utara 03.*
redaksihpm*
