Tangerang , Harian Posmetro – Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua (GenIUS) kembali menggelar GenIUS Expo (GExpo) 2026 sebagai wadah bagi peserta didik untuk mempresentasikan hasil penelitian, inovasi, serta pengembangan bakat yang mereka tekuni selama menjalani proses pendidikan.
Memasuki penyelenggaraan ke-8, kegiatan tahunan tersebut berlangsung pada 8-12 Juni 2026 dengan mengusung tema “Nosce Te Ipsum Et Regete: Mengenal Diri, Nyatakan Karya.”
Pembukaan GExpo 2026 yang diadakan senin, 8 Juni 20206 hadir Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana akses terhadap pendidikan berkualitas dapat membuka peluang berkembang bagi anak-anak dari berbagai wilayah di Indonesia Timur

Sementara itu pada hari ketiga gelaran GExpo 20206 Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk yang turut hadir menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang masif tidak akan memberikan dampak optimal apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia yang memanfaatkannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ribka saat mengunjungi both GenIUS Expo (GExpo) 2026 di Ballroom Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua (GenIUS), Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (10/6/2026).
“Tidak ada cara lain yang bisa buat sumber daya manusia itu bangkit, hanya dengan pendidikan,” ujar Ribka.
Dalam kesempatan tersebut, Ribka mengapresiasi peran Sekolah GenIUS yang dinilai telah berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing, khususnya bagi anak-anak dari wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan sekolah tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam menyiapkan SDM menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia mengaku terkesan dengan berbagai hasil karya dan inovasi yang dipamerkan para peserta didik dalam GExpo 2026.

Menurut Ribka, para siswa telah dibiasakan untuk belajar dan bekerja menggunakan pendekatan berbasis data dan riset, sebuah metode yang dinilai penting untuk membentuk generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.
“Bagaimana menyiapkan sumber daya manusia untuk mencapai 2045 Indonesia Emas. Aspek SDM menjadi prioritas pertama untuk membangun Indonesia menjadi sebuah negara maju dan berkembang,” katanya.
Ribka juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak Papua. Ia menilai akses pendidikan yang baik mampu menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan generasi muda di daerah tersebut.
Menurutnya, komitmen Sekolah GenIUS dalam membuka akses pendidikan bagi putra-putri Papua telah memberikan dampak nyata. Ia melihat langsung perkembangan para siswa yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan, namun kini memiliki kepercayaan diri, wawasan, serta cita-cita yang lebih besar setelah mendapatkan kesempatan belajar yang memadai.
“Kami harapkan para gubernur dan bupati terus memberikan dukungan dan mudah-mudahan masih banyak lagi anak-anak Papua yang bisa bersekolah di sini, supaya disiapkan karena benar-benar kita ingin mendapatkan sebuah perubahan,” tegasnya.
Penguatan Scientific Literacy untuk Perkecil Kesenjangan Pendidikan

Dikesempatan yang sama Esther K wirawan,M.Psi direktur sekolah Genius menjelaskan bahwa sejumlah pihak mendorong penguatan pendidikan berbasis scientific literacy sebagai upaya menjawab tantangan kesenjangan literasi di Indonesia, khususnya antara wilayah timur dan barat.
Dalam pernyataan, disampaikan bahwa hasil karya pelajar dari tingkat SD hingga SMA menunjukkan potensi besar anak-anak Indonesia. Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, melainkan pengembangan kemampuan berpikir ilmiah.
“Setiap karya yang dihasilkan membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana pendidikan mampu mengembangkan scientific literacy, bukan sekadar menyampaikan pengetahuan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa integrasi literasi di sekolah perlu diarahkan pada penguatan kemampuan analitis dan pemahaman ilmiah, sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang terus berlangsung. Tanpa langkah strategis, Indonesia dinilai akan kesulitan mencetak pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners), yang menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Upaya yang dilakukan saat ini juga mencakup pengurangan kesenjangan literasi antarwilayah. Program tersebut difokuskan pada pengembangan metode pembelajaran yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan lokal, khususnya di wilayah Indonesia timur.
Selain itu, pesan motivasi turut disampaikan kepada pelajar di daerah agar tetap memiliki semangat belajar tinggi, terlepas dari kondisi geografis. Ditekankan bahwa akses terhadap pengetahuan dan kemauan belajar menjadi faktor utama dalam menentukan masa depan.
“Anak-anak di Indonesia timur tidak boleh merasa terbatas. Dengan kemauan belajar yang kuat, peluang untuk meraih masa depan tetap terbuka lebar,” tutupnya.

Untuk diketahui GenIUS Expo 2026 menjadi ajang tahunan bagi para peserta didik untuk mempresentasikan hasil penelitian, inovasi, serta pengembangan bakat yang mereka tekuni selama menempuh pendidikan.
Sebanyak 449 peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia Timur turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan beragam karya penelitian yang mengangkat isu kesehatan, energi terbarukan, lingkungan hidup, ekonomi daerah, teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu penelitian yang menarik perhatian datang dari Nikson Oropka asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, bersama Arenst Kafiar dari Kabupaten Boven Digoel dan Linus Walam dari Kabupaten Pegunungan Bintang.
Ketiganya meneliti kandungan senyawa aktif tanaman Tali Kuning (Arcangelisia flava) yang selama ini dikenal sebagai tanaman obat tradisional di Papua.
Penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi tanaman Tali Kuning sebagai bahan alami untuk penanganan malaria, sekaligus menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat mendorong generasi muda menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah asalnya.
Melalui penyelenggaraan GExpo 2026, Sekolah GenIUS ingin menunjukkan bahwa generasi muda dari berbagai daerah memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa ketika memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan kesempatan untuk berkembang. (red)
