Jakarta – Senin, 3 Maret 2025, Perkumpulan Lintas Perkumpulan Lembaga Pedagang Petani Bunga indonesia (PLPPBI) menggelar audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung H, lantai 6, Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara. Rapat yang berlangsung pukul 13.00 hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Bapak Amran, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat Kemendagri, di antaranya:
Yogi Endra Permana, Kasubdit Kawasan Khusus, Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara.
Armin Hasibuan, Analis Ahli Muda, Subdit Kawasan Khusus.
Melinina Sembiring, Analis Ahli Muda, Subdit Kawasan Khusus.
Win Rizki, Analis Pengembangan Wilayah, Subdit Kawasan Khusus.
Dari pihak PLPPBI, hadir Ketua Umum Ade Suhendra beserta jajaran dewan pengurus, antara lain Adi Wijaya (DPP), Ustad Azis Sutrisno dan Udin Bangor (DPW DKI Jakarta), Sukroni (DPD Kota Tangsel), serta Beni M. Purnomo (DPD Bogor Raya).
Dalam pertemuan ini, PLPPBI menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri, khususnya Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, atas sambutan yang baik dan penuh semangat dalam menerima audiensi. PLPPBI berharap pertemuan ini dapat membuka peluang sinergi dalam berbagai program inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu program yang dipaparkan adalah Taman Seribu Bunga dan Taman Persada Merah Putih, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat dikenal lebih luas oleh pemerintah dan masyarakat. Program ini mengusung konsep bahwa bunga bukan sekadar simbol estetika dan keindahan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang kuat. Bunga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbagai momen, mulai dari kelahiran, percintaan, wisuda, pernikahan, dekorasi pernikahan, hingga acara kenegaraan.
Selain sebagai ikon keindahan, program ini juga dirancang untuk menjadi wahana edukasi wisata, pengenalan berbagai jenis bunga, serta pengembangan kreativitas seni dan budaya. Lebih dari itu, Taman Seribu Bunga dan Taman Persada Merah Putih diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, kuliner nusantara, serta keberagaman umat beragama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
PLPPBI menegaskan bahwa dengan dicanangkannya program ini, akan tercipta ikon nasional yang tidak hanya memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Program ini berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi sumber pendapatan bagi daerah.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, PLPPBI berharap dapat terus bersinergi dengan Kemendagri, khususnya Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, dalam mewujudkan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.
