JAKARTA | HARIANPOSMETRO.com | Pagi itu, matahari mulai meninggi, menyinari jalanan kecil di sekitar Pasar Induk Kramat Jati. Di sebuah rumah sederhana di Jalan H. Ali, seorang wanita tua, Ibu Akem, tengah merapikan rumahnya ketika suara ketukan pintu terdengar.
Ketika pintu dibuka, tampak anggota polisi berdiri di depan rumahnya. Ipda H. Abdul Basit, Kapolsubsektor Pasar Induk Kramat Jati, tersenyum ramah seraya membawa bingkisan sembako dan snack. “Assalamu’alaikum, Bu Akem. Kami datang untuk bersilaturahmi dan membawa sedikit bantuan,” ujarnya.
Mata Ibu Akem berkaca-kaca. Ia tak menyangka polisi yang sebelumnya membantu mencari cucunya, Nesa atau yang akrab disapa Caca kini datang membawa perhatian lebih. “Wa’alaikumussalam, silakan masuk, Pak,” jawabnya dengan suara haru.
Di dalam rumah, Caca yang baru berusia empat tahun tengah bermain dengan boneka kecilnya. Ketika melihat tamu berseragam itu, ia sempat terdiam sejenak, lalu tersenyum malu-malu.
Beberapa hari lalu, ia sempat menghilang dan membuat panik banyak orang, termasuk keluarganya. Berkat bantuan warga dan kepolisian, ia ditemukan dalam keadaan selamat.
Seorang petugas membungkuk, menyodorkan sebungkus snack. “Caca suka biskuit?” tanyanya lembut. Mata Caca berbinar, ia mengangguk dan menerima dengan kedua tangannya yang mungil.
Ipda Abdul Basit pun memastikan kondisi Caca baik-baik saja. “Bagaimana kabarnya sekarang, Bu?” tanyanya kepada Ibu Akem.
“Alhamdulillah, sehat, Pak. Caca sempat ketakutan, tapi sekarang sudah mulai ceria lagi,” jawabnya sambil mengelus kepala anaknya.
Tak hanya memberi bantuan, kedatangan mereka juga menjadi simbol kepedulian. “Kami di sini bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga ingin hadir untuk masyarakat, memastikan bahwa setiap orang merasa diperhatikan,” ujar Ipda Abdul Basit.
Hari itu, di rumah kecil di pinggir pasar, ada senyum yang merekah. Di tengah kesederhanaan, kepedulian hadir, membawa kehangatan yang lebih dari sekadar bantuan materi.
Caca kembali tertawa, dan Ibu Akem merasa tak sendirian. Sebuah bukti bahwa polisi bukan sekadar penjaga ketertiban, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. [Marilin•hpm]
